Jumat, 25 April 2014 | Redaksi | Tentang Kami | Hubungi Kami | Info iklan
Kata Kabar
Home / Nusantara
Petani Sayur Lemersing Gunakan 'Daun Busuk' untuk Pupuk
Penulis : herry
Editor : puput
Katakabar.com | Senin, 10 Juni 2013 12:18 WIB
Dibaca: 413
daun.jpg
Sutan Penghulu Asril Jhony menunjukan Daun Busuk yang biasa digunakan sebagai pupuk dan racun hama oleh petani Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto,
Tanah Datar (katakabar) Tingginya harga pupuk dan larangan penggunaan pupuk kimia berlebih oleh Pemerintah Tanah Datar, ternyata tak membuat petani sayuran Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, berhenti bertani.

Untuk mengatasinya mereka punya inisiatif menggunakan tumbuhan liar bernama 'Daun Busuk' untuk pupuk kompos.

Hal itu dikatakan Sutan Penghulu Asril Jhony, kepada katakabar.com, menjelang sore kemarin saat ditemui di kebunnya.

"Untuk pengganti pupuk kimia, petani di Lembah Merapi Singganlang (lemersing ) banyak menggunakan pupuk kompos dari tumbuhan liar bernama Daun Busuk atau Titonia,"  tutur Penghulu.

Ternyata cara pembuatan pupuk Daun Busuk tidak susah.  Daun Busuk tersebut di iris kecil lalu diremas. Air daun tersebut dicampur dengan pupuk kandang biasanya petani pakai kotoran sapi. Kalau uda dicampur pupuk sudah siap pakai. Tinggal taburkan saja.

Hebatnya pupuk buatan petani ini bisa memusnahkan hama sayuran. "Seperti ulat yang ditakuti petani," ujar Penghulu.

Kalau untuk pemusnah hama air Daun Busuk tak perlu dicampur pupuk kandang, cukup dicampur dengan air bersih. Lalu semprotkan ke tumbuhan. Ulat-ulat itu akan menghilang ada juga yang mati.

"Dengan menggunakan pupuk kompos ini, sayur yang dikonsumsi masyarakat dijamin aman dari zat kimia yang katanya sangat berbahaya untuk kesehatan," imbuhnya.


Komentar