Kamis, 21 Agustus 2014 | Redaksi | Tentang Kami | Hubungi Kami | Info iklan
Kata Kabar
Home / Riau / Bengkalis
Duh, Kepsek Kok Jadi Ketua Panwaslu!
Penulis : budi
Editor : yasier
Katakabar.com | Rabu, 3 Juli 2013 10:59 WIB
Dibaca: 243
Bengkalis (katakabar) - Siapa sangka, ternyata Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Bengkalis yang saat ini dijabat Sujarno, ternyata Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain itu, dia juga Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Ar-rodiah di Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis.

Padahal, UU Nomor 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilu, untuk menjadi anggota maupun ketua Panwaslu, wajib mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik, jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah.

Meskipun belum ada batasan seorang PNS menjadi anggota dan ketua Panwaslu, akan tetapi profesi yang diemban Sujarno sebagai guru PNS dan kepala sekolah di lingkungan Kementerian Agama menjadi bahan pertanyaan banyak pihak.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis Jumari yang dikonfirmasikan mengakui kalau Sujarno adalah guru PNS dan telah ditunjuk sebagai kepala sekolah madrasah aliyah di Desa
Sungai Alam.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui kalau Sujarno menjadi Ketua Panwaslu Kabupaten Bengkalis. Karena menurutnya, yang bersangkutan sama sekali tidak pernah mengirimkan surat permohonan untuk memperoleh izin menjadi anggota Panwaslu.

"Terus terang saya tidak tahu, bahwa Ketua Panwaslu Kabupaten Bengkalis adalah beliau (Sujarno, red). Karena saya sama sekali belum menerima surat permohonan untuk izin menjadi anggota Panwaslu," katanya.

Jabatan Sujarno sebagai Ketua Panwaslu Kabupaten Bengkalis, menurut beberapa kalangan bertentangan dengan aturan penyelenggara Pemilu dan disiplin kepegawaian.

"Sebagai abdi negara tentunya harus mematuhi aturan mulai dari disiplin pegawai ataupun aturan penyelenggara Pemilu itu sendiri. Sebagai guru PNS dan kepala sekolah apakah mampu menjalankan dua tugas sekaligus? Tanggungjawab sebagai guru saja sudah berat apalagi juga kepala sekolah, Kemudian menjadi Panwaslu harus bekerja penuh waktu. Seharusnya itu tidak boleh," ujar Syafril Naldi, tokoh Muda Bengkalis.

Sementara itu Sujarno yang dituding rangkap jabatan itu sampai berita ini dirilis belum dapat dikonfirmasi. Pasalnya, nomor telpon genggam miliknya tidak aktif.


Komentar