Kamis, 23 Oktober 2014 | Redaksi | Tentang Kami | Hubungi Kami | Info iklan
Kata Kabar
Home / Politik
KPU Riau Belum Tentukan Jadwal Pleno
Penulis : riko
Editor : yasier
Katakabar.com | Kamis, 4 Juli 2013 16:13 WIB
Dibaca: 245
Pekanbaru (katakabar) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau usai dikalahkan oleh Pasangan Wan Abu Bakar - Isjoni (WIN) di pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Rabu (3/7) sampai saat ini belum melakukan pleno. Dengan alasan masih ada tenggang waktu 14 hari yang diberikan hakim PTUN.

Hal ini dikatakan Ketua KPU Riau Tengku Edi Sabli, siang tadi. "Kan masih ada waktu 14 hari, jadi dalam rentang waktu itu kita melakukan rapat pleno," katanya.

Disinggung terkait peluang pasangan WIN untuk bisa maju pada pilgubri nanti, Edi menyebutkan menunggu hasil pleno. "kita tunggu aja hasilnya di pleno nanti," tukasnya meninggalkan awak media dengan buru-buru.

Sementara itu, komisoner KPU Riau Hariati saat ditemui mengatakan, bahwa kekalahan KPU Riau ini hanya pada diskomunikasi. Dimana PPS, PPK Kabupaten dan Kota yang tidak menyerahkan berita acara verifikasi dukungan kepada WIN.

"Sementara kita melihat, dalam persidangan yang dilakukan itu, majelis hakim tidak menyinggung terkait surat dukungan yang tidak valid, namun hanya membahas pada kesalahan berita acara yang tidak diserahkan PPS dan PPK kepada tim Win," katanya.

Dikatakanya lagi, alasan kenapa PPS, PPK tidak memberikan berita acara itu, dikarenakan pasangan WIN tidak memberikan alamat kemana akan dikirim berita acara tersebut. Maka berita acara oleh PPS dan PPK sebagian tidak sampai ke tangan pasangan WIN dan KPU Riau.
 
"Seharusnya supaya tidak terjadi seperti ini, tim pemenangan WIN itu membuat tim disetiap level. Misalnya KPU Provinsi seperti KPU Kota. begitu pula tim WIN sendiri. Jadi dikarenakan itu tidak ada, makanya terjadi seperti ini," imbuhnya.

Disinggung terkait upaya banding oleh KPU Riau, hariati menyebutkan belum bisa dipastikan kapan waktunya. "Upaya banding belum bisa kita pastikan. Apakah banding atau bagaimana. Intinya, kita akan cari solusi yang terbaik. kita akan konsultasi dengan KPU Pusat," tukasnya.



Komentar