Kamis, 30 Oktober 2014 | Redaksi | Tentang Kami | Hubungi Kami | Info iklan
Kata Kabar
Home / Riau / Indragiri Hulu
Tak Terima Honor Dipotong, Oknum Banpol PP Ancam Camat
Penulis : yuswanto
Editor : yasier
Katakabar.com | Kamis, 25 Juli 2013 17:37 WIB
Dibaca: 291
Rengat (katakabar) - Camat Lirik, Sarman membantah dirinya melakukan pemotongan honor operator e-KTP atas nama Novita Putri senilai Rp 1 juta. Sarman mengungkapkan, honor Rp 1 juta yang tidak dibayarkan kepada Putri tersebut dibagikan kepada empat Banpol PP yang bertugas di Kantor Camat Lirik.

Hal itu sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Apalagi sesuai SK, Putri baru diperbantukan sebagai tenaga operator sejak tanggal 25 April 2013.

"Sebelumnya ada lima Banpol PP yang bertugas di Kantor Camat Lirik. Dua diantaranya di SK kan sebagai tenaga operator e-KTP. Dalam menerima honor, dibagi rata kepada lima anggota Banpol PP tersebut. Tetapi, sejak Putri menjadi tenaga operator, dia tidak ingin honornya dibagi kepada Banpol PP lain. Sehingga dibayarkan sesuai dengan SK yang tertera. Tetapi dia tidak terima,” ungkap Sarman, Kamis (25/7) di Rengat.

Dikatakannya, Putri tetap tidak bisa menerima dan sempat menemuinya sambil marah dan mengancamnya. "Tetapi saya selaku atasan terus berupaya untuk melakukan pembinaan. Bahkan, persoalan ini sudah saya sampaikan kepada Kasatpol PP Inhu," tuturnya.

Sarman mengakui minta kepada Kasatpol PP Inhu untuk memindahkan Putri dari kantor Camat Lirik ke Puskesmas Lirik, bukan ke Kantor Satpol PP di Pematangreba.

"Awalnya pihak Satpol akan memindahkannya ke Kantor Lurah di Kecamatan Pasir Penyu, tetapi saya justru minta ke Puskesmas saja biar dekat karena dia beranak kecil," ungkap Camat seraya mengungkapkan bahwa seluruhnya telah ia serahkan ke pihak Satpol PP untuk penyelesaiannya.


Komentar