Selasa, 21 Oktober 2014 | Redaksi | Tentang Kami | Hubungi Kami | Info iklan
Kata Kabar
Home / Hukrim
Ketangkap Mengedar Sabu-sabu, Caleg PDI-P Inhu Diangkut Polisi
Penulis : yuswanto
Editor : rian
Katakabar.com | Selasa, 29 Oktober 2013 16:22 WIB
Dibaca: 294
Rengat (katakabar) Salah seorang calon anggota (Caleg) DPRD Inhu kembali berurusan dengan polisi karena kasus narkoba. Caleg tersebut berinisial Sut (38), berjenis kelamin perempuan yang  berasal dari Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P) daerah pemilihan Inhu dua. Bahkan, Sut diduga sebagai pengedar sabu di wilayah Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu.

Dengan demikian, sejauh ini sudah dua caleg DPRD Inhu yang tertangkap karena kasus narkoba jenis sabu. Keduanya juga tercatat sebagai daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Inhu periode 2014-2019.

Sebelumnya caleg DPRD Inhu dari Partai Amanat Nasional (PAN) berinisial Ya (45), daerah pemilihan Inhu tiga juga terlibat narkoba jenis sabu. Ia ditangkap Polres Kuansing disalah satu warung di Desa Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuansing, akhir Mei 2013 lalu.

Kapolres Inhu AKBP Aris Parsetyo Indaryanto dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba AKP Akay Fahli didampingi Kanit Narkoba Bripka M Rojib, Selasa (29/10) di Rengat mengungkapkan, Sut diamankan pada Sabtu (19/10) sekitar pukul 09.30 Wib di salah satu Pujasera di Kecamatan Seberida. Saat itu, Sut tengah melakukan transaksi satu paket sabu senilai Rp 500 ribu dengan salah seorang personil polisi yang tengah melakukan penyamaran.

Dari transaksi tersebut, polisi langsung melakukan penggeledahan di rumah tersangka yang terletak di Jalan Lintas Timur, Simpang 4 Belilas, Kecamatan Seberida. Dari penggeladahan tersebut, polisi kembali menemukan 4 paket sabut senilai Rp 1 juta bersama alat hisap. Tersangka Sut kemudian diamankan di Polsek Seberida dan saat ini telah dilimpahkan ke Polres Inhu.

“Kasusnya masih kita proses dan masih terus didalami untuk dilakukan pengembangan,” sebut Kanit.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Inhu, Juanda membenarkan adanya caleg DPRD Inhu dapil dua berinisial Sut yang terjerat kasus narkoba. “Benar yang bersangkutan merupakan calon dari dapil dua dan saat ini sudah diamankan polisi untuk diproses,” terang Juanda.

Berkaitan dengan hal itu, Juanda yang juga anggota DPRD Inhu ini menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil Ketua PAC Kecamatan Seberida untuk mengkonfirmasi dan menanyakan alasan serta dasar pengajuan Sut sebagai caleg DPRD Inhu. Dari hasil pemanggilan itu, DPC akan membuat keputusan yang akan disampaikan ke DPD PDIP Riau.

“Yang jelas calon tersebut terancam dipecat. Karena PDIP tidak ada main-main dengan kader dan anggota termasuk calon anggota legilatif apabila terlibat kasus narkoba,” tegasnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Inhu H Fauzi Muchtar dikonfirmasi Selasa (29/10) mengaku belum menerima laporan tentang adanya caleg DPRD Inhu dapil dua dari PDIP berinisial Sut ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba.

“Kalau calon anggota DPRD Inhu dari PAN di Dapil tiga, kami ketahui melalui media masa. Tetapi untuk calon anggota DPRD Inhu di dapil dua dari PDIP, kami belum mendapat informasi,” sebutnya.

Menurutnya, KPU sifatnya hanya menjalankan aturan berdasarkan azas formal dan belum bisa melakukan pencoretan kepada kedua calon anggota DPRD Inhu tersebut sebelum ada keputusan hukum tetap.

“Apabila sudah memiliki kekuatan hukum tetap sebelum surat suara dicetak, pada kolom nama caleg tersebut akan dikosongkan. Tetapi bila belum memiliki keputusan hukum tetap dari pengadilan setelah surat suara dicetak, KPU akan menutup nama calon tersebut dengan spidol,” jelasnya. 


Komentar