Perempatan SKA Pekanbaru

Sering Macet, Masyarakat Mengeluh

herry
Sering Macet, Masyarakat Mengeluh

Kondisi arus lalulintas di depan gedung  Living  Wold Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru ( Foto Toni)

PEKANBARU (katakabar)- Bisingnya suara klakson terdengar dari pengendara yang sebel dengan macet dan desak-desakan saat jam kerja di kawasan perempatan Sentra Komersial Arengka ( SKA) Pekanbaru.

Kerja seharian membuat otak orang mumet ditambah lagi saat pulang macet hingga 2 kilo meter --coba pikir apa kagak bikin stres. Bahkan, tidak satu dua pengendara satu sama lain perang mulut lantaran saling bersinggungan.

Seakan tidak ada yang salah dalam kemacetan itu, begitu juga dengan tiga bangunan dinilai masyarakat sumber masalah kemacetan yakni Mall SKA, Transmart dan yang lebih parah lagi bangunan Living Wolrd.

" Dulu kami di Pekanbaru ini tidak pernah kemacetan seperti saat ini. Setelah ada bangunan mall itu macet  tiap hari setidak-tidaknya ada sepaanjang 1 kilometer (km),"  kata Hanafi (51) kepada katakabar.com, hari ini.

Warga Jalan  Cipta Karya Kecamatan Tampan ini juga menilai pembangunan gedung-gedung  yang menampung massa ini tidak tepat pendirianya.

" Kita bingung dengan tata kota ini. Kalau semuanya mall, habis itu taman-taman kota tidak ada. Tentu masyarakat akan sumpek menengok  ini  Kota,"  ungkapnya.

Ini saja sambungnya, belum lagi siap pembangunan Living Wolrd sudah menimbulkan kemacetan parah. Apa lagi saat jam-jam pergi dan pulang kerja

"  Entahlah,  untuk saat ini itu macet sudah 2 km. Kalau sudah beroperasi ini Living Wolrd  sudah pasti akan macet total," katanya.

Mengingat bangunan tembok perkarangan living wold hanya berjarak 2 meter dari trotoar. "Mudah-mudahan dengan dioperasikan Living Wolrd ini ada solusi. Agar masyarakat nyaman dan tidak terganggu,"  tuturnya.

Ditambah lagi, pihak Polisi Lalu Lintas (Polantas) juga tidak terlihat saat jam macet. "Kita juga tidak menengok ada polantas dilokasi macet.  Kalau di pos gurindam itu ada nampak nangkap-nangkapin pengendara. Sehingga mereka tidak lagi memikirkan macet total ini," pungkas Hanafi.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait