Siak Urutan ke-6 HIV/AIDS di Riau

aziz
Siak Urutan ke-6 HIV/AIDS di Riau

Wakil Bupati Siak, Alfedri, senam sehat bersama warga di halaman kantor Lurah Kandis. foto. hms setdakab siak

Siak (katakabar) - Kabupaten Siak menjadi peringat ke-6 dari 12 kabupaten/kota di Riau penderita HIV/AIDS. Ini lantaran sampai sekarang ada 164 penderita di "Negeri Istana" itu.

"Dari data yang ada, semua kecamatan di Kabupaten Siak punya suspect virus HIV. Ada ibu rumah tangga, Pekerja Seks Komersial (PSK), pekerja swasta bahkan balita 4 tahun," kata Wakil Bupati Siak, Alfedri, saat  menghadiri Peringatan Hari AIDS se Dunia 2017 di halaman Kantor Lurah Kandis, tadi pagi. 

Meski begitu kata Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Siak ini, "Para penderita itu jangan dimusuhi, tapi penyakitnya saja yang dimusuhi," pintanya. 

Dengan memperingati Hari HIV/AIDS sedunia itu, Alfedri berharap bisa membangun kesadaran individu, kelompok dan sosial serta bersama mengendalikan penularan HIV/AIDS. 

"Melalui kegiatan ini saya berharap seluruh masyarakat bisa menyebarluaskan dan bersama mencegah virus HIV/AIDS melalui kegiatan promotif dan preventif. Mudah-mudahan jumlah penderita HIV/AIDS semakin berkurang dan zero di tahun 2030 sesuai target Internasional," katanya.

Di tempat yang sama, dilakukan pula penandatanganan Komitmen Bersama Tentang Penanggulangan HIV/AIDS oleh dunia usaha/perusahaan/tempat kerja. Sejumlah perusahaan hadir di acara itu. Misalnya PT. IVO Mas Tunggal, PT. Kamparindo Agro Industri dan Koperasi air Kehidupan.

Masyarakat tampak antusias mengikuti senam sehat bertajuk "Dance 4 Life". Tak mau ketinggalan, Kajari Siak, Asisten I, Kadis Kesehatan, Camat Kandis, Kapolsek Kandis dan sejumlah OPD juga ikut dalam kegiatan itu.

Selain dance, acara itu juga dibarengi dengan jalan santai sejauh 2 kilometer dan dilanjutkan pembagian doorprize, sekaligus peresmian sekretariat PASI (Persatuan Atlet Seluruh Indonesia) kecamatan Kandis.

Alfedri berharap dengan bertambahnya fasilitas PASI ini bisa melahirkan atlit atlit daerah yang mendunia ke depannya.

Ada yang unik di sana. Sejumlah sekolah yang ada di kecamatan Kandis malah membuka stand Bazar. Mereka menjual produk olahan makanan dan minuman yang jarang dijumpai. Seperti sirup daun mangga, peyek daun jambu biji, keripik daun sirih dan minuman tradisional seperti jamu.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait