Setnov Mundur, Tunjuk AS Pimpin DPR ?

Setnov Mundur, Tunjuk AS Pimpin DPR ?

Aziz Syamsuddin

JAKARTA (katakabar) – Setya Novanto dikabarkan mundur dan menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR.

Mundurnya Setya Novanto terungkap melalui surat yang dikirimnya ke Ketua Fraksi Partai Golkar Robert J Kardinal.

"Memang sudah ada pemberitahuan secara tidak resmi bahwa memang betul bahwa ada surat putusan dari Ketua Umum (Golkar) Setya Novanto menunjuk saudara Aziz. Mungkin beliau mengundurkan diri dan menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai ketua DPR," jelas anggota Komisi IV DPR-RI Roem kono saat ditemui di Resto Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/12).

Meski begitu, Roem Kono mengaku belum melihat secara jelas isi surat tersebut. Dirinya pun juga belum bertemu dengan Azis Syamsuddin ataupun Ketua Fraksi Partai Golkar Robert J Kardinal. Ia mengaku baru mengetahuinya dari media dan pembicaraan tak resmi rekan-rekan separtainya.

"Saya belum baca suratnya dan belum melihat secara jelas, dan saya juga belum bertemu Pak Aziz Syamsuddin dan Pak Kardinal," tuturnya.

Roem menjelaskan masalah pergantian Ketua DPR, seharusnya dibicarakan terlebih dahulu kepada pengurus DPP Partai Golkar serta anggota DPR Fraksi Partai Golkar.

"Kalau itu memang benar saya kira ini menjadi suatu pembicaraan kembali kepada kami sebagai Pengurus Partai Golkar dan anggota DPR," jelasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR ini juga akan menanyakan masalah ini secara langsung kepada Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham.

"Jadi kita harus bertanya kepada mereka (Idrus dan Novanto) karena memang kalau dilihat dari aturan-aturan sih itu menjadi suatu diskresi atau kebijakan ketua umum untuk mengangkat jabatan-jabatan strategis itu. Tapi apakah dibicarakan kita atau belum memang belum dibicarakan pada kita. Nanti saya ingin bertanya, apakah benar dan alasan-alasannya," tuturnya.

Roem pun berharap pada pekan depan segera ada pembicaraan agar masalah pergantian ketua DPR tak menjadi polemik berkepanjangan.

"Kita lihat nanti hari Senin. Yang paling penting saya ingin supaya sesuatu itu dibicarakan secara bersama-sama dan tetap dalam koridor persatuan dan kesatuan Partai Golkar. Jangan sampai itu justru memecah itu. Mari persoalan kita pecahkan bersama-sama," pungkasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait