Siap-Siap Mengganyang Rubella

aziz
Siap-Siap Mengganyang Rubella

suasana sosialisasi dan advokasi vaksin MR di Indra Meeting Room Kantor Bupati Siak. foto. humas setdakab siak

Siak (katakabar) - Imunisasi campak dan rubella secara massal baru akan digelar pada Agustus-September tahun depan. Tapi di Siak, sosialisasi soal imunisasi ini sudah dimulai. 

Kemarin, 65 orang tenaga kesehatan rumah sakit dan puskesmas di kumpulkan di Indra Meeting Room Kantor Bupati Siak. Asisten III Setdakab Siak Jamaluddin, Kadis Kesehatan Siak, Raja Toni Candra dan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Riau Muhammad Ridwan SKM M.Kes hadir di acara sosialisasi dan advokasi vaksin Measles Rubella (MR) itu.    

"Sosialisai pemberian vaksin campak rubella sangat penting dilakukan lantaran virus ini masih tergolong baru tapi penyebarannya di Indonesia sangat cepat," kata Jamaluddin.

Kalau tidak segera, ipar Bupati Siak, Syamsuar ini khawatir akan berdampak buruk pada kondisi kesehatan bayi/anak. "Ini harus menjadi perhatian kita bersama, baik pemerintah, lembaga kesehatan dan masyarakat," ujarnya.

Kalau imunisasi sudah dilakukan jata Jamaluddin, anak atau balita sudah punya penangkal melawan virus campak rubella itu. "Dulu orang tahunya hanya campak. Tapi seiring waktu, virus ini kayaknya berkamuflase hingga lebih kuat dan perlu pengobatan tersendiri," katanya.

Kepada lembaga terkait, Jamaluddin berpesan supaya gencar melakukan kampanye penyakit dan pencegahan campak rubella itu. Kepada masyarakat juga musti dijelaskan apa guna pemberian vaksin. 

"Biar masyarakat paham apa resikonya kalau anak tidak divaksin. Yang jelas, target Siak bebs rubella 95-100 persen musti tercapai," pesan Jamaluddin.

Di sisi lain, Muhammad Ridwan menjelaskan bahwa anak di bawah umur 1 tahun wajib diimunisasi. "Tahun depan, Riau akan melaksanakan imunisasi campak dan rubela pada bayi usia 9 bulan dan anak di bawah 15 tahun. Ini massal. Lantaran itu, dengan waktu yang masih banyak tersisa ini, daerah, Kabupaten Siak juga, segera mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari kampanye vaksin kepada masyarakat dan sekolah-sekolah, menyediakan jumlah vaksin yang cukup, tempat penyimpanan vaksin yang memenuhi standart dan kesiapan tenaga kesehatan," katanya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait