Dalam Sewindu Penduduk Rohul Bertambah 400 Ribu Jiwa

Rame-Rame Sosialisasi KB

Yahya Siregar
Rame-Rame Sosialisasi KB

Plt Bupati Rohul Sukiman saat melaunching Sekolah Siaga Kependudukan. foto. hms setdakab rohul

Pasir Pengaraian (katakabar) - Sudahlah panas terik, topik acara PKK-Keluarga Berencana Kesehatan (KB-Kes) yang digelar di SMPN 3 Rambah itu serius pula; menahan laju pertumbuhan penduduk Rokan Hulu (Rohul) yang luar biasa.

Tapi suasana itu justru tidak membikin Plt Bupati Rohul, Sukiman, gerah dan memasang tampang serius pula. Seperti dulu, wajahnya tetap tenang dan enak dilihat. 

Dan...tawa mantan Komandan Kodim 0313 Kampar ini pun pecah saat sejumlah pelajar SMPN 3 Rambah itu  menyuguhkan lakon dagelan. Tak terkecuali Kapolres dan Kajari yang duduk di sampingnya. 

Sebelumnya, saat didapuk memberikan amanat, wakil ketua DPRD Rohul 2000-2004 ini  mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk Rohul sangat luar biasa. Saat mekar dari Kabupaten Kampar tahun 1999 silam, penduduk masih di angka 200 ribu jiwa. Tapi sekarang, jumlah itu meroket menjadi 600 ribu jiwa.  

Kondisi ini kata Sukiman musti dikendalikan. Itulah makanya program Keluarga Berencana (KB) yang ditaja oleh PKK tadi menjadi teramat penting lantaran bisa menekan laju pertumbuhan penduduk dan bisa mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera dan mendapat pelayanan kesehatan yang memadai.  

"Saya berharap tokoh agama dan masyarakat ikut berperan. Sebab mereka lebih gampang mensosialisasikan kepada masyarakat terkait program KB itu. Seperti Gerakan masyarakat (Germas), Camat, Lurah dan kades juga harus ikut mensosialisasikan program KB ini, temasuk media. Satu lagi, saya berharap Forum yang dilantik bisa maksimal menjalankan tugas," pinta Sukiman. 

Forum yang dimaksud Sukiman tadi adalah Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan  Kependudukan (FAPSEDU). Dia juga melantik pengurus Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Rohul.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Riau, Said Masril, merinci bahwa di lebih dari 50 persen perempuan di Rohul sudah menikah di bawah umur 21 tahun. 

"Mestinya mobilitas masyarakat untuk KB tinggi dan tingkat melahirkan rendah. Tapi yang terjadi justru tingkat kelahiran tinggi. Untuk menekan tingginya angka kelahiran ini, butuh peran semua elemen untuk sosialisasi KB. Kita juga sudah lakukan sosialiasi melalui poster-poster," katanya. 

Di kegiatan yang juga dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD Rohul, Ketua GOW Rohul Peni Sukiman, Ketua DWP Radias Damri, para Asisten, Staf Ahli Bupati, kepala dinas, badan dan kantor di jajaran Pemkab Rohul itu, juga digelar pemasangan alat kontrasepsi gratis kepada 200 orang kaum ibu. Sebanyak 150 orang menggunakan implan, sisanya 50 KB IUD. (adv/hms)
 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :