Daerah Lain Paceklik, Riau Malah Surplus Panen Padi

Daerah Lain Paceklik, Riau Malah Surplus Panen Padi

Pekanbaru (katakabar) - Provinsi Riau dipastikan surplus padi tahun 2017. Kepala Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementerian Pertanian Perwakilan Riau, Kuntoro Boga Andri mengatakan, surplus padi terjadi karena percepatan tanam di Bulan September sehingga musim panen maju di Bulan Desember.

"Karena biasanya di beberapa wilayah sentra produksi yang biasanya masih periode tanam dan Riau memasuki puncak paceklik pada akhir tahun, malah mendapatkan panen yang cukup melimpah," ujar Kuntoro.

Menurut Kuntoro, keberhasilan ini juga dipengaruhi karena pemerintah menambah luas tanam padi di periode Agustus dan September 2017 lalu. Pada Bulan September biasanya petani enggan menanam padi karena kondisi alam yang tidak mendukung dan ketersediaan air yang terbatas. Namun hal tersebut berubah setelah pemerintah menjalankan program Upsus milik Kementerian Pertanian.

Kuntoro menjelaskan periode panen di Riau dimulai dari Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis dengan luas 200 hektare. Selanjutnya 40 hektare di Kecamatan Rupat.

Secara keseluruhan, kata Kuntoro, petani di Riau mulai menerapkan pola menanam padi dua kali dalam setahun. Ia berharap cara ini mampu meningkatkan produksi padi dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Kata Kuntoro lagi, peluang peningkatan produksi padi di Riau dapat terus dicapai dengan menambah luas tanam melalui ekstensifikasi dan peningkatan IP pertanaman khususnya pemanfaatan secara optimal lahan kering. Lahan rawa lebak dan pasang surut juga dinilai sangat potensial di Riau. Perbaikan infrastruktur pengairan dan inovasi budidaya dijamin akan menambah produktivitas padi ke depannya.

"Ke depannya pemerintah daerah juga melalui program-programnya lebih fokus dalam pencapaian swasembada Pajale di propinsi ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani yang lebih luas," jelasnya.

Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Riau komit dalam mendukung Upsus Pajale demi kesejahteraan petani.

"Selain Kabupaten Bengkalis, masa panen juga mulai dirasakan oleh petani di Kabupaten Kampar. Di Desa Pangkalan Serik, Kecamatan Siak Hulu petani telah mulai panen di areal kawasan sawah seluas 50 hektare," jelas Andi Rachman (kerap disapa).

Ia mengatakan, bila panen padi sudah mulai di sejumlah wilayah seperti Dumai tepatnya di Desa Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur sekuas 40 hektare dan Kabupaten Kuantan Singigi seluas 60 hektare. Secara umum puncak panen raya akan berlangsung pada periode Januari - Februari 2018 dengan perkiraan luas panen mencapai lebih dari 20.000 hektare diseluruh sentra pengembangan padi Provinsi Riau.

Andi Rachman menjelaskan bila program Upaya Khusus (Upsus) padi, jagung, kedelai (Pajale) sudah berjalan di Riau. Kegiatan yang dilakukan yakni menyediakan anggaran untuk pengerahan tenaga, perbaikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan pupuk, menyediakan benih unggul yang tepat (jenis/varietas, jumlah, tempat, waktu, mutu, harga), memberi bantuan traktor dan alsintan lainnya yang mendukung persiapan, panen dan pasca panen termasuk kepastian pemasarannya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait