Terkait Secercah Harap di Sawah Gagal

Kemana Intansi Terkait Yang Urusi Cetak Sawah itu

Kemana Intansi Terkait Yang Urusi Cetak Sawah itu

Bengkalis (katakabar) - Eks aktivis Petani Duri, Refri kepada katakabar.com mengatakan, proyek cetak sawah 4 Tahun lalu di Jalan Lintas Sontang, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis yang dibiaya Pemerintah Pusat dan Pemprov Riau seluas 75 hektar hampir Rp 1 Miliar yang dikelola para petani dan Dinas Terkait suatu harapan yang sirna.  

"Cetak sawah tak ubahnya seperti bibit unggul jatuh di tanah tandus", katanya.

Menurut pengamatan kami,
Kegagalan proyek cetak sawah yang telah menghabiskan duit rakyat dari APBN dan APBD Riau karena ada yang menganggap proyek musiman.

Andai berpedoman di awal pengusulan proyek semua tentu sepakat dan setuju apalagi palu sakti diketuk  untuk mensahkan demi payung hukum proyek.

"Program apa pun namanya salah satunya proyek cetak sawah yang digelontorkan Pemerintah sudah ada  payung hukum karena sudah diparipurnakan dan sempurna".

Sesunggunya pertanyaannya ujar Ketua RT ini, keman dan dimana  Instansi terkait yang membidangi dan mengurusi proyek yang sudah menjadi persawahan harusnya dilaksanakan sesuai konsep awal.

Anehnya, oknum Dinas Terkait kadang kala tidak tahu adanya lahan tersebut.

Studi mengatakan setiap pegantian pemimpin atau pejabat yang menjabat bidang selalu mengatakan itu bukan usulannya. Ironisnya lagi  proyek itu diprogramkan dan dilaksanakan semasa Kadis terkair sebelumnya. 

Berdalih dan alasan klasik seperti itu yang didengar sampai sekarang. Siapapun Pimpinan pemerintah sekarang maupun yg akan datang harus melanjutkan dan melaksanakannya tentu tidak membuat proyek yang sama seperti lomba lari estafet pelari memberikan tongkat kepada pelari berikutnya, pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumanya, proyek cetak sawah seluas 75 hektar di Jalan Lintas Sontang, Jembatan I kawasan pemukiman Sakai, Dusun Tungkek Putek, Desa Petani digulirkan pada 2013 lalu.

Proyek berjalan Dua kali musim tanam. Secercah harapan akan keberhasilan terlintas dibenak 50 orang petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Rezeki, Desa Petani, kata salah satu pengurus Kelompok Tani, Tahta Syopian dipenghujung Desember 2017 lalu.

Dibilang Syopian, proyek cetak sawah seluas 50 hektar biayanya Rp 500 juta petani yang kelola.

Sementara, proyek cetak sawah seluas 25 hektar lagi biayanya hampir Rp 400 juta mantan kepala desa Petani, Rianto saat ini anggota DPRD Kabupaten Bengkalis yang mengerjakan proyek cetak sawah.*

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait