Jalan Gajah Mada Rusak Berat

Jangan Cari Kambing Hitam Rusaknya Jalan Kita...

Sahdan
Jangan Cari Kambing Hitam Rusaknya Jalan Kita...

Jalan Gajah Mada yang menjadi poros tiga kecamatan di Bengkalis Rusak Berat. Foto/Sahdan

Duri (katakabar) - Dua Bulan belakangan Jalan Gajah Mada, poros utama ke pemukiman masyarakat di Tiga wilayah Kecamatan, Mandau, Pinggir dan Tualang Mandau, Kabupaten Bengkalis jadi viral di publik.

Ruas Jalan Gajah Mada yang terbentang puluhan kilometer dari pertigaan Sebanga ke pertigaan ruas Jalan Lintas Duri-Pakning  sebagian masih tanah kuning rusak berat. 

Ruas Jalan Gajah Mada paling parah, di kilometer 8,11,13 dan 19 karena sudah tidak bisa dilalui dan dilewati kenderaan baik roda dua dan empat, kata warga sekitar, S Musa kepada katakabar.com, senin (8/1/2018) siang.

Jalan poros utama ke Tiga wilayah Kecamatan sebelah Timur dan Tenggara Duri ibu kota 4 Kecamatan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat khusus para petani.

"Harga sawit terjun bebas ke kisaran Rp 600 per kilogram dimana sebelumnya Rp 1400 per kilogram".

Selain itu, aktivitas guru dan pelajar terhambat. Mereka terpaksa jinjing sepatu saat melintas di ruas jalan Gajah Mada yang rusak.

Namun kita, masyarakat sepertinya kurang menyadari. Sesungguhnya peristiwa ruas jalan Gajah Mada rusak berat sudah menjadi rutinitas tiap penghujung menyambut Tahun baru bisa jadi tingginya curah hujan yang mengguyur Duri sekitarnya.

"Sudah saatnya kita Introspeksi diri bersama dan kompak".

Apakah kita sadar, bahwa kejadian serupa terulang tiap Tahun akibat kurangnya pemahaman dan pudarnya kebersamaan dan kekompakan di tengah masyarakat.

"Kita hanya berlomba-lomba mengejar dan meraup pundi-pundi tanpa memikirkan betapa pentingnya aset infrastruktur jalan".

Andai kita sadar dan paham arti kebersamaan dan kekompakan pasti terpanggil untuk ikut memperhatikan ketahanan dan turut serta berpartisipasi untuk memperbaiki serta membenahi jalan.

Sewajarnya pula dengan rasa kesadaran, kita bisa menahan diri mengurangi beban atau tonase muatan demi kepentingan bersama.

"Jangan mencari kambing hitam untuk disalahkan, Kita kuat kalau kompak, kita bisa kalau kita sadar sebab kita juga termasuk salah satu unsur hancurnya jalan Gajah Mada tersebut".

Kita adalah petani sawit punya kebun luasnya ratusan hektar. Sepanjang jalan puluhan Ram banyaknya hanya saja tidak kompak dan tidak  terarah dan akhirnya sumbangan dan bantuan yang diberikan tidak memberi hasil yang memuaskan.

Ayo kompak dan bersatu sebab kalau kita kompak percayalah pemerintah akan bersama dengan masyarakat membangun jalan Gajah Mada, tandasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait