Kisah Tragis, Bunuh Diri di Depan Istri...

Kisah Tragis, Bunuh Diri di Depan Istri...

Ukui (katakabar) - Entah apa yang ada dalam pikiran pria paruh baya berinisial TS (59). Betapa tidak, warga Dusun Kuala Renangan, Toro Jaya, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau ini nekat mengakhiri hidupnya dengan tragis.

Ia nekat menikam pisau di bagian perutnya, hingga tewas. Peristiwa itu terjadi kemarin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Ironisnya, aksi nekat itu dilakukan korban usai sarapan dengan istrinya. Ketika istrinya NS (50) duduk di teras. Tiba-tiba mendegar suaminya menjerit minta tolong di dalam rumah.

Dengan cepat sang istri masuk melihat suaminya ke dalam rumah. Dengan kondisi berlumuran darah di temukan pisau menancap di perut. "Ma saya sudah bunuh diri," dengan spontan sang istri berteriak meminta tolong pada warga sekitarnya sambil memangku suaminya. 

Kemudian mencabut pisau yang menancap di perut sang suami. Darah segar terus keluar lalu di tutup dengan kain. Warga yang mendegar teriakan segera datang ke rumah korban.

Kebetulan juga Kadus Toro Jaya Suryadi yang sedang berada dilokasi rumah korban langsung mencari kendaraan untuk membawa korban untuk pertolongan pertama ke Puskesmas Baserah.

Dalam pejalanan saat di dalam kendaraan saksi EM Br Simanjun tak bertanya kepada korban 'Kenapa tulang melakukan ini lalu korban mengatakan' udah gak tahan, panas dan sesak kali napasku " beberapa menit kemudian korban langsung lemas namun korban masih dibawa ke Puskesmas untuk memastikan kondisi korban.

Setiba di Puskesmas Baserah korban telah tewas sebelum mendapatkan pertolongan medis. Kemudian jenazah korban di bawa ke rumah duka. 

Personil Polsek Ukui yang mendapat laporan segera turun ke tempat kejadian perkara dan mengamankan pisau dapur yang digunakan korban bunuh diri, serta pakaian berlumuran darah.

Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK melalui Paur Humas, Iptu Maraden Sijabat SH menjelaskan dari keterangan istri dan tetangganya kalau korban punya riwayat sakit konplikasi yang telah menahun. Jadi dugan korban mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dengan pisau. 

''Sementara pihak keluarga dan istrinya juga menolak dilakukan otofsi dengan membuat surat pernyataan," ujar paur Humas.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait