Dinas Pasar Dihapuskan

Pasar-pasar di Kuansing Memprihatinkan

Pasar-pasar di Kuansing Memprihatinkan

TELUK KUANTAN (katakabar) - Sejak setahun silam pasca dihapuskannya Dinas Pasar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, terbilang selama tahun 2017 lalu pengelolaan pasar pasar yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi sangat memprihatinkan dan tidak terurus sebagaimana mestinya.

Hal itu dikatakan oleh salah seorang Tokoh Pemuda Kuansing, Azizul Bahra yang juga merupakan pengurus aktif LAMR Kuansing, Selasa (9/1/2018).

Dikatakan Izul sapaan akrabnya, menurutnya agar pasar-pasar di Kuansing ini bisa berjalan sesuai fungsi dan terurus dengan baik serta mendatangkan peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang bersumber dari pasar tersebut, seharusnya dikelola dengan sistem BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di setiap kecamatan atau pasar tersebut.

"Diharapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) agar segera membentuk BUMD tersebut. Seperti Pasar Rakyat misalnya, sebagai salah satu contoh seperti sekarang ini banyak sampah yang masih berserakan di jalan jalan itu, dan itu dibutuhkan pengelolaan yang aktif terhadap pasar tersebut, selain bisa menghasilkan PAD juga pasar ini agar bisa dirawat dengan baik," ungkap Azizul Bahra.

"Jangan hanya kita memikirkan apa yang bisa dihasilkan oleh pasar itu, akan tetapi kita juga harus memikirkan kondisi dan seperti apa mengelolanya agar bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

"Apalagi pasar ini terletak di tengah-tengah kota, saat ada tamu dari luar yang melihat kondisi pasar kita berserakan dan tidak terurus

Kota kita ini 'Kota Jalur' dan peraih WTP serta Pariwisata Populer di Indonesia," jelasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait