Terkait Jalan Gajah Mada Yang Rusak Parah

Butuh 3 Jam Temukan Solusi Jalan Gajah Mada

Sahdan
Butuh 3 Jam Temukan Solusi Jalan Gajah Mada

Bengkalis (katakabar) - Sore kemarin, jelang Rabu (10/1/2018), digelar pertemuan lanjutan antara DPRD, Bupati yang diwakili sejumlah Dinas Terkait, Kepala Desa dan Pengusaha sawit di lantai II kantor Kecamatan Mandau Jalan Jenderal Sudirman Duri, Kabupaten Bengkalis.

Pertemuan itu membahas pemeliharaan ruas Jalan Gajah Mada, poros utama ke wilayah Tiga Kecamatan yang berada di sebelah utara "Kota Duri", Mandau, Pinggir dan Tualang Mandau Dua Bulan belakangan rusak berat dan parah di sejumlah titik tertentu.

Politisi Partai berlambang Matahari Biru, Rianto yang prakarsai dan pimpin rapat berdurasi 3 Jam lamanya yang dihadiri, 6 anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dapil Mandau dan Pinggir, Plt Kadis PUPR Bengkalis, Ir Tajul, Plt Kadishub Bengkalis, Joko Edi Imhar, sejumlah Kepala Desa beserta pengusaha sawit di kawasan Jalan Gajah Mada.

"Pertemuan ini membahas pemeliharaan ruas Jalan Gajah Mada yang rusak parah lanjutan dari pertemuan sebelumnya di kantor Kecamatan Pinggir Senin (8/1) lalu", kata mantan Kepala Desa Petani, Rianto.

Selain Dewan Dapil Mandau, Dinas Terkait, Kepala Desa, Pengusaha Sawit yang melewati Jalan Utama di undang.

Pertanyaannya, mau diapakan Jalan Gajah Mada yang rusak parah berdampak kepada ekonomi masyarakat, siswa telat dan tidak bisa sekolah, warga mau berobat tidak bisa akibatnya sakit yang diderita tambah parah bisa kehilangan nyawa.

Pemda Bengkalis sudah maksimal memperhatikan Jalan Gajah Mada sejak dulu hingga kini bahkan proyek multi year bandrol Dua Ratusan Miliar bakal digelontorkan Tahun 2018.

Pengusaha ujar Rianto, kurang sadar akan penting jalan sebagai akses atau urat nadi ekonomi.

Itu sebabnya, pertemuan sangat urgen untuk mencari solusi pemeliharaan Jalan Gajah Mada sambil menunggu proyek muti year. Jangan sampai gara-gara jalan masyarakat  terkapar, anak-anak tidak bisa sekolah, warga mau ke Duri untuk berobat tidak bisa, katanya lagi.

Plt Kadishub Bengkalis, Joko Edi Imhar mengatakan, membangun infrastruktur jalan merupakan tanggung jawab pemerintah. Masyarakat harus ikut bertanggung jawab dengan cara menjaga jalan.

"Banyak unsur dan  kepentingan di Jalan Gajah Mada. Perlu kesadaran dari semua elemen terutama Pengusaha dalam pemeliharaan jalan.

Saran dari Dishub, pemasangan portal untuk membatasi tonase jalan seperti harus dilakukan. Daya dukung jalan hanya 5 Ton melebihi tonase jalan tetap hancur, ujarnya.

Betul, Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis bertugas membangun jalan. Masalahnya, Pemda Bengkalis belum punya biaya lebih untuk memperhatikan Jalan Gajah Mada.

Dinas PUPR sudah melakukan perawatan Jalan Gajah Mada. Mari kita sikapi permasalahan secara positif dilanjutkan eksen di lapangan, kata Plt Dinas PUPR, Ir Tajul.

Salah satu pengusaha sawit, Ansor mengatakan, kami pengusaha merasa tersinggung dan tidak terima dituding perusak Jalan Gajah Mada.

"Perusak Jalan Gajah Mada justru kenderaan pengangkut material proyek 2017 lalu. Sementara, perawatan Jalan poros utama tidak ada dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis", ungkap Ansor.

Sebenarnya pengusaha mau saja diajak dalam bekerjasama dan mendukung program pemerintah. Kepada Bupati Bengkalis fokus perhatikan Jalan Gajah Mada, Perbaikan jalan harus signifikan, pengusaha ikut apa yang akan dicanangkan untuk memperbaiki demi pemeliharaan Jalan.

"Anda bayangkan, buah sawit 2000 Ton sehari keluar dari kawasan Jalan Gajah Mada. Kenapa Jalan Gajah Mada hanya sepanjang itu tidak bisa dibereskan. Perhatian ada proyek rigid yang di bangun putus-putus terus Jalan Lingkar di bangun bandrolanya ratusan miliar lagi," tutupnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait