Tragis, Digrebek Mesum, Disekap dan Dihajar Istri Hingga Tewas

Tragis, Digrebek Mesum, Disekap dan Dihajar Istri Hingga Tewas

Pekanbaru (katakabar) - Ada sebanyak enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Keenam tersangka tersebut, diduga telah menghilangkan nyawa seseorang pelaku mesum dengan inisial AN (62), korban tewas setelah dihajar oleh tersangka.

Adapun inisial keenam tersangka yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian ialah, YD (19), ES (17), AD (20), AL (33), WA (19), dan satu orang wanita SP (44) yang diduga istri kedua korban.

Informasi data yang didapat dari laporan kepolisian, keenam tersangka tersebut menggrebek rumah korban bersama seorang wanita, yang ketika itu lagi asyik selingkuh, ataupun diduga sedang berbuat mesum di sebuah rumah di Jalan Kubang Raya, Kecamatan Tampan, Sabtu (13/1/2018) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat digrebek, warga menemukan AN lagi bersama seorang wanita dengan kondisi tanpa busana.

Karena melihat keadaan yang seperti itu, pasangan mesum langsung disekap oleh tersangka SP bersama teman yang lainnya

Kaki dan tangan dari pasangan mesum tersebut diikat, dan langsung dihajar berulang kali.

Tidak lama kejadian tersebut, sekitar pukul 01.00 WIB, Polsek Tampan mendapat pengaduan dari masyarakat setempat yang mengetahui kejadian tersebut.

Saat ditemukan polisi, keadaan korban sudah tidak sadarkan diri, dengan cepat langsung saja membawa korban ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan. Tapi apalah daya, saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter, korban sudah meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Tampan langsung menyelidiki kasus tersebut. Tidak berselang waktu yang lama, keenam orang langsung diamankan oleh pihak kepolisian, yang diduga telah melakukan penganiayan yang mengakibatkan kematian terhadap korban.

Ternyata keenam pelaku mempunyai perannya masing-masing terhadap tewasnya korban. Tersangka SP memukul korban, YD mencekik dan mengikat korban, ES merekam video korban, AD mengawasi dan menyenter lokasi, WA memegang tangan korban.

Termasuk anak tiri korban juga ikut serta dalam pembunuhan orang tua tirinya tersebut, AL berperan sebagai pendobrak pintu. Saat ini jasad korban sedang dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Hal tersebut dibenarkan oleh, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto, Sabtu (13/1/2018) yang mengatakan, sudah melihat jasad korban bersama anggotanya.

"Dari pemeriksaan sementara, ada luka-luka di tubuh korban akibat benda tumpul. Sejauh ini masih kita dalami apakah ada unsur persekusi dalam kasus ini. Enam orang sudah kita tetapkan tersangka," jelas Santo.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait