Oalah, SMAN 7 Jawara Adiwiyata Nasional Tak Punya  Pagar

Sahdan
Oalah, SMAN 7 Jawara Adiwiyata Nasional Tak Punya  Pagar

BENGKALIS (katakabar) - SMAN 7 yang berada di Jalan Lintas Rangau kilometer 11, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan persisnya di daerah timur Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau sudah kali ketiga meraih adiwiyata.

Sekolah yang dikepalai Dra Masrida pada 2015 jawara lomba adiwiyata tingkat Kabupaten, Tahun 2016 jawara adiwiyata tingkat Riau teranyar pada 2017 meraih jawara tingkat nasional.

Dibalik prestasi yang mentereng, SMAN 7 Mandau  masih kekurangan fasilitas dan sarana prasarana sekolah.

"Pagar, lokal belajar, rumah dinas guru serta sarana prasarana lainnya paling prioritas dibutuhkan sekolah," kata Kepala Sekolah SMAN 7 Mandau Dra Masrida kepada katakabar.com.

Permohonan pembangunan pagar sekolah diajukan ke pemerintah sejak wewenang masih di tingkat Kabupaten hingga wewenang berada di tingkat Provinsi sudah.

Pagar sekolah yang sangat didambakan sebagai safety lingkungan sekolah dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab belum terwujud.

"Sekolah sering kehilangan aset berupa, peralatan elektronik, pot dan bunga bahkan sepeda motor siswa sudah pernah hilang akibat sekolah tak punya pagar," sambungnya.

Sekolah telah berusaha mengantisipasi hal - hal tidak diinginkan terjadi dengan cara membangun pagar dari kayu bulat kecil bagian depan lingkungan sekolah.

Namanya pagar kayu bulat, kekuatan dan ketahanannya tak sama dengan pagar beton sekali tarik dan dorong pagar kayu bulat bakal lepas dan roboh.

Santing prioritasnya pagar sekolah, pernah terlintas dipikiran biaya membangun pagar disisihkan dari BOSNAS. Setelah dipelajari Juknis penggunaannya, duit BOSNAS tak boleh dipakai untuk membiayai pembangunan pagar sekolah.

Sempat pula terpikir, biaya pembangunan pagar sekolah meminta sumbangan dan partisipasi dari orang tua wali murid ada perasaan takut sumbangan dan partisipasi yang dikumpulkan dari orang tua wali murid masuk kategori pungutan liar.

"Serba salah dan cukup dilema, ditunggu realisasi pembangunan pagar dari Pemerintah masih abu-abu, disisihkan dari duit BOSNAS tak sesuai Juknis dan bila diminta sumbangan dan partisipasi dari orang tua wali murid di bilang pungli," urai Dra Masrida menarik nafas panjang.

"Sekolah hanya bisa berharap kepada Pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan pagar untuk safety dan keamanan lingkungan serta meningkatkan disiplin anak didik," tutup Masrida.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait