Menyambut Pilgubri dan Pemilu

Kodim 0302/Inhu Gelar Sosialisasi Pembinaan Netralitas TNI

Yuswanto
Kodim 0302/Inhu Gelar Sosialisasi Pembinaan Netralitas TNI

Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Hendra Roza SIP menandatangani fakta integritas netralitas TNI, disaksikan Ketua Panwaslu Inhu dan Komisioner KPU Inhu

RENGAT (KATAKABAR)- Dalam rangka menyambut Pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau (Pilgubri)  2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 mendatang, Kodim 0302/Inhu menggelar sosialisasi pembinaan netralitas TNI Triwulan I tahun anggaran (TA) 2018, yang dilaksanakan di Aula Makodim 0302/Inhu, Rabu (7/2/2018).

Dalam giat ini Kodim 0302/Inhu menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhu dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Inhu.

Ketua Panwaslu Inhu Ahmad Khairudin dan juga Komisioner KPU Inhu Triyono menjelaskan soal tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Panwaslu dan KPU, masing-masing lembaga penyelenggara Pemilukada tersebut menyampaikan paparan pelaksanaan hingga pencegahan dan penindakan dalam penyelenggaraan Pemilukada.

Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Hendra Roza SIP kepada perwira staf Kodim 0302/Inhu, para Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 0302/Inhu menegaskan, bahwa seluruh personel untuk tidak ada bermain api dilapangan. Unsur TNI disini mendukung penuh segenap penyelenggaraan Pemilu. Dan jangan sampai ada yang turut andil dalam salah satu peserta pasangan calon.

"Saya tekankan kepada seluruh prajurit untuk tidak berpolitik praktis. Jangan sampai bermain api dilapangan," tegas Dandim.

Dipaparkan Dandim lagi, bahwa Pemilu/Pilkada merupakan sarana untuk mewujudkan pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam NKRI yang berdasarkan Pancasila. Sebagaimana diamanatkan dalam UUD RI 1945, Pemilu/Pilkada mempunyai nilai sangat strategis bagi perjalanan bangsa Indonesia kedepan.

Ceritanya, pada setiap pelaksanaan Pemilu/Pilkada setiap prajurit TNI wajib menunjukan sikap tidak memihak dan tidak memberikan dukungan dalam bentuk apapun kepada satu kontestan peserta Pemilu/Pilkada.

Sesuai dengan Undang-undang RI No34 tahun 2004 tentang TNI dalam pasal 2 huruf D ditegaskan, bahwa tentara profesional yaitu tentara terlatih, terdidik, dilengkapi secara baik. Tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis dan dijamin kesejahteraannya.

Serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hal azasi manusia, ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

Lebih jauh dikatakan Dandim, bahwa prajurit TNI untuk tidak berpolitik praktis dimaknai dengan konsistensi netralitas TNI yang merupakan bagian dari komitmen TNI dalam rangka ikut serta menyukseskan pelaksanaan Pemilu/Pilkada. Netralitas TNI merupakan amanah dalam pelaksanaan reformasi internal TNI.

"Dalam rangka tercapainya sasaran penyelenggaraan kegiatan sosialisasi netralitas TNI dalam Pemilu atau Pilkada agar lebih optimal, efektif dan efesien maka diharapkan kepada seluruh peserta maupun pendukung, melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Serta menerima penyajian materi dari narasumberagar dapat dimengerti dan diterima dengan baik," jelas Dandim, mengakhiri.

Sebagai informasi, tema sosialisasinya adalah "Melalui pembinaan netralitas TNI Pemilua atau Pilkada, Kita wujudkan pofesionalisme TNI dengan bersikap netral dalam setiap penyelenggaraan dan mendukung suksesnya Pemili/Pilkada tahun 2018 yang Luber dan Jurdil diwilayah Kodim 0302/Inhu". Dimana pada acara sosialisasi ini juga diagendakan sesi tanya jawab dari masing-masing peserta kepada pihak Panwaslu dan KPU.





 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :