Pemkot Bontang Kaltim Kunjungi Pemkab Siak, Ada Apa?

Pemkot Bontang Kaltim Kunjungi Pemkab Siak, Ada Apa?

SIAK (KATAKABAR) - Pemkot Bontang Provinsi Kalimantan Timur lakukan kunjungan kerja ke Pemkab Siak dalam rangka Pengelolaan Usaha Hulu Migas. Pemkot Bontang menilai pemkab siak berhasil mengelola perusahaan daerah BUMD PT. BSP sebagai perushaan pengelola minyak Pertamina Hulu dalam mendukungan PAD di Kabupaten Siak.

Pada pertemuan yang digelar di Zamrud Room Kediaman Bupati Siak, Rabu (14/02/2018), Wakil Bupati Siak H Alfedri menyambut baik itikad Pemkot Bontang datang ke Kabupaten Siak guna untuk mengetahui serta belajar bagaimana sistem pengelolaan Perusahaan Migas daerah yang sudah berjalana selama kurun waktu 18 tahun sejak terhitung pemekaran otonomi daerah Kabupaten Siak.

Diterangkan Alfedri dalam sambutannya, 5 langkah upaya yang dilakukan Pemkab Siak dalam menggenjot PAD dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang memberikan penyertaan modal Pemerintah kepada sejumlah BUMD.

Ada Lima BUMD yaitu  PT PERSI yang bergerak dibidang pembiayaan dan jasa pendamping UKM,  PT SPS bergerak dibidang terminal curah kering, curah cair, pergudangan dan pembangkit listrik.

Kemudian, PT SPE yang bergerak dibidang pertambangan dan energi pengadaan alat operasional dan pariwisata, lalu PT BSP bergerak dibidang pertambangan minyak dan gas alam. Selanjutnya PT KITB bergerak dibidang industri jasa , angkutan , perhotelan , agribisnis, agroindustri, pertambangan dan kehutanan.

Sementara, Walikota Bontang Hj Neni Moernaini menyebutkan bahwa kota bontang telah ditetapkan sebagai kota industri dan berkaitan dengan itu saat ini pemkot bontang akan mengembangkan industri perekonomiannya dengan pembangunan PLTG.

Ditambahkan Neni, Pemkot Bontang menilai siak berhasil dalam pengelolaan migas dan menghasilkan PAD bagi daerahnya. Diakuinya bahwa Bontang sebagai daerah pengelola dengan sumber daya alam yang sedikit namun Pemkot Bontang siap untuk belajar bagaimana mengatur dan menjalankan sistem pengelolaan migas.

Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam lebih ini juga membuka forum diskusi perihal sistem pengelolaan dan bagi hasil pengelolaan migas.

Dalam hal ini Dirut PT BSP Bismantoro Prabowo yang turut hadir menjelaskan pengelolaan migas di siak dijalankan dengan mekanisme yang tertuang dalam aturan undang-undang yang sudah ada.

"PT BSP awalnya juga belajar tahapan dalam pengelolaan migas namun seiring pengalaman yang sudah didapat selama 18 tahun berdiri progres pengelolaan migas di Siak kini sudah memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang usaha yang sama yakni migas, dan kini juga merambah pengelolaan bio oil bahkan hingga menjalin kerja sama dengan pihak asing seperti Singapura," jelasnya.

Bismantoro menuturkan sejak tahapan alih kelola PT BSP pada tahun 2001 lalu ada sebanyak 418 sumur minyak yang masih aktif dan 140 sumur yang sudah non aktif itu artinya peluang produksi minyak di Siak masih tergolong tinggi.

"PT BSP kedepan akan menjalin kerja sama dalam sektor gas yang potensinya tidak kalah besar dengan minyak, dimana saat ini semua itu masih dalam proses pengembangan jaringan pipa gas dan juga kesiapan lainnya," pungkasnya. (Rls)

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait