Kata BI, Ini Alasan Rupiah Melemah

Kata BI, Ini Alasan Rupiah Melemah

istimewa

JAKARTA (KATAKABAR)- Sudah sepekan nilai tukar rupiah cenderung mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Bahkan, nilai tukar rupiah sempat pula menyentuh level Rp 13.800 per dollar AS.

Menanggapi itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan, bank sentral terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Cerita Agus, BI secara konsisten dan berhati-hati merespons dinamika pergerakan nilai tukar rupiah yang sedang berlangsung untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga.

"Respons Bank Indonesia ditempuh untuk mengelola dan menjaga fluktuasi (volatilitas) nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan kondisi fundamental makroekonomi domestik, dengan juga memperhatikan dinamika pergerakan mata uang negara lain," kata Agus dalam keterangan tertulis, seperti yang dikutip dari kompas.com, Kamis (8/3/2018).

Dengan perekonomian Indonesia yang semakin terintegrasi dengan sistem keuangan global, imbuh Agus, dinamika nilai tukar rupiah saat ini merupakan dampak langsung dari kondisi ekonomi global yang terus mengalami pergeseran.

Kebijakan moneter global saat ini, khususnya di Amerika Serikat (AS), tengah memasuki era peningkatan suku bunga dan rezim kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.

Dampak dari kebijakan ekonomi AS tersebut berpengaruh terhadap perekonomian di seluruh negara, termasuk Indonesia, yang antara lain tercermin pada dinamika pergerakan mata uang negara-negara di dunia.

"Namun demikian, BI meyakini bahwa dengan ketahanan perekonomian Indonesia saat ini, yang didukung oleh jalinan koordinasi Bank Indonesia dan pemerintah yang semakin kuat, perekonomian Indonesia mampu menghadapi tantangan dari berbagai pergeseran ekonomi global tersebut," ungkap Agus.

Pihaknya pun akan tetap berada di pasar secara terukur untuk mengawal terciptanya stabilitas rupiah. Agar kepastian dan keyakinan masyarakat terhadap perekonomian nasional tetap terjaga dengan baik.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :