Hina Anggota PWI, Pemilik Warung Kopi Duri Dipolisikan

Sahdan
Hina Anggota PWI, Pemilik Warung Kopi Duri Dipolisikan

Anggota PWI Bengkalis, Mazwin menunjjukkan LP penghinaan pemilik warung terhadap profesi wartawan

DURI (KATAKABAR)- Sejumlah anggota PWI Bengkalis di Duri ramai-ramai menjambangi Mapolsek Mandau di Jalan Jenderal Sudirman Duri Rabu (13/3) tadi siang. Dengan tujuan mendampingi dan memberi dukungan kepada Mazwin, anggota PWI Bengkalis sebagai wartawan Harian Posmetro Mandau untuk melaporkan kasus penghinaan profesi wartawan yang dialami Selasa sore  (13/3/2018) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman sekira pukul 17.45 WIB.

Saat itu, Mazwin yang tengah duduk di salah satu warung tiba-tiba, didatangi seorang wanita langsung mencaci maki dan menghina profesinya.

Diterima Panit 1, Ipda R Hutahaean dan Panit 2, Ipda Ismanto, sejumlah wartawan harian yang tergabung dalam wadah PWI, sharing informasi soal penghinaan profesi itu.

Dalam kesempatan itu yang hadir, Susi Yanti (Riaulantang.com), Syukri (Riau Pos), Yusrizal (Dumai Pos), Andika (Dumai Pos), Panji (Posmetro Mandau), Hendra (Riauterkini.com), Bambang (Riaulantang.com) dan Sahdan Lubis (katakabar.com).

Setelah lama diskusi, akhirnya diputuskan membuat Laporan Polisi terkait penghinaan profesi.

Dalam LP No : LP/50/III/2018/RIAU/BKS/SEK-MDU tertanggal 14 Maret 2017,  Mazwin menceritakan kronologi penghinaan dan caci maki itu.

Bermula pada Sabtu, 3 Maret lalu, Mazwin merilis berita "Tempat Hiburan Malam Marak di Pusat Kota" di harian Pos Metro Mandau. Berita yang bersifat umum dan tak ada tunjuk hidung itu ternyata membuat YA (pemilik salah satu warung) di Jalan Desa Harapan Duri kebakaran jenggot.

Singkatnya, saat Mazwin tengah duduk di kedai kopi Madiun Jalan Sudirman Duri, YA datang dan langsung mencaci maki Mazwin.

Bahasa yang dikeluarkan wanita setengah baya itu sangat tak mengenakkan. Selain ancam bunuh, dia juga melecehkan profesi wartawan dengan menyebut wartawan 50 ribu dan wartawan lapar yang memberi makan anak istri dengan uang haram.

Insiden caci maki di warung yang biasa di jadikan tempat nongkrong wartawan itu membuat wartawan lain juga meradang. Termasuk pemilik warung. Karena bahasa wanita Ya sudah tak bisa di tolerir, akhirnya pemilik kedai menyuruhnya pergi.

Sejumlah wartawan yang mendengar caci maki yang sempat direkam Mazwin itu, geram dan sepakat melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian.

"Selain mencaci maki dengan sebutan binatang dan bahasa kasar lainnya. Dia juga ancam bunuh. Tidak sampai itu, dia juga melecehkan profesi kita dengan menyebut wartawan 50 ribu, wartawan lapar," ujar Mazwin usai membuat LP.

Terkait LP ini, Kapolsek Mandau, Kompol Ricky Ricardo, Sik melalui Panit 1, Ipda R Hutahaean dan Panit 2, Ipda Ismanto membenarkan laporan itu dan akan ditindak lanjuti. "Laporan sudah kita terima dan segera di tindaklanjuti," sebutnya.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :