Trend Makanan Pedas Vs Kesehatan Lambung, Apa Kata Dokter?

Yuli
 Trend Makanan Pedas Vs Kesehatan Lambung, Apa Kata Dokter?

foto : Yuli

PEKANBARU (KATAKABAR)- Dewasa ini lagi hangat-hangatnya dengan trend makanan pedas, misalnya seperti Ayam geprek dan yang lainnya. Nah, bagaiamana kaitannya dengan kesehatan lambung?

Dokter Oki Alfin mengatakan makanan pedas tak selamanya dapat menimbulkan penyakit pada lambung. Apalagi sakit maag.

"Banyak sekali masyarakat yang beranggapan bahwa dengan makan makanan pedas dapat menyebabkan timbulnya sakit maag. Padahal sakit maag tidak semuanya disebabkan adanya peningkatan dari asam lambung," jelasnya kepada katakabar.com, Kamis (4/4/2017).

Cerita, Oki  masalah lambung ini utamanya disebabkan oleh adanya infeksi oleh bakteri yang disebut H Pylori. Sampai saat ini belum ada penelitian secara pasti menyebutkan bahwa makanan pedas dapat menyebabkan sakit maag.

"Memang ada anggapan bahwa makanan pedas dapat menyebabkan sakit maag karena orang yang mengonsumsi makanan pedas tidak jarang merasakan sakit perut. Rasa nyeri ini bisa serupa dengan rasa nyeri ketika sakit maag sedang kambuh. Tapi, rasa nyeri akibat makanan pedas tak selamanya disebabkan oleh gangguan pada keasaman lambung," sebut pria yang bertugas di Praktek Dokter umum, Klinik Dokter Oki Alfin, Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar


Oki menerangkan seperti yang terjadi dalam kondisi sakit maag. Pada kenyataannya, bahan kimia capsaicin dalam cabai adalah yang memicu saraf pada lambung untuk mengirim sinyal adanya iritasi lambung ke otak, sehingga menimbulkan rangkaian respon dari tubuh untuk melindungi lambung.

Sebenarnya makanan pedas bermanfaat bagi tubuh. Antara lain sebagai penghilang rasa sakit, anti radang, meningkatkan nafsu makan, serta melancarkan buang air besar.

Namun, jika mengkonsumsi terlalu berlebihan dan secara terus menerus, permukaan lambung, jelas Oki, dapat menjadi rapuh kemudian terjadi peradangan pada dinding lambung dan perlukaan di bagian lambung.

"Saran saya konsumsi makanan pedas dengan cara mencampur dengan makanan lain, dan tentunya tidak disarankan untuk dikonsumsi makanan yang pedas secara terus menerus," pungkasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait