Menyoal Penangkapan 5 Pelaku Narkoba

Pihak Keluarga Pelaku lain Protes, Ada Apa?

Sahdan
Pihak Keluarga Pelaku lain Protes, Ada Apa?

Ilustrasi (net)

Mandau (katakabar) - Di penghujung Maret 2018 lalu, tepatnya Kamis (29/3/2018) selepas ashar, jajaran Polsek Mandau menggulung 5 orang diduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan barang bukti senilai Rp 250 juta di kawasan Jalan Pelita 2, Kecamatan Mandau, Bengkalis.

Setelah 12 hari kemudian,  pihak keluarga pelaku lain protes dan tidak terima terkait proses hukum kasus tersebut lantaran salah satu tersangka inisial PR, 5 dari pelaku kuat dugaan bebas berkeliaran menghirup udara segar.

Pihak keluarga pelaku lainnya yang masih di tahan di Mapolsek Mandau melihat inisial PR berkeliaran di seputaran Duri.

Di Posko Pengaduan Warga terkait layanan Polsek Mandau di Jalan Mawar kepada sejumlah wartawan Sabtu (07/04) lalu salah satu keluarga pelaku, Hendri protes atas bebasnya satu dari 5 pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu tersebut.

"Saya tercengang, semula ada 5 pelaku yang di tangkap tapi kini tinggal 4 orang yang di tahan. Saya pastikan dia yang dilepas itu 1 dari 5 pelaku yang ditangkap. Permainan apa ini kok bisa main lepas," katanya.

Diceritakan Hendri, setelah mendengar dan ada saksi kalau salah satu tersangka dilepas. Pihaknya mencoba menghubungi salah seorang penyidik. Penyidik tersebut mengatakan kalau yang dilepas tidak berada dalam rumah saat penggerebekan.

"Informasi dari penyidik beda dari pemberitaan yang saya baca dibeberapa media. Dalam pemberitaan dikatakan 5 tersangka digrebek dalam rumah," ujarnya.

Kalau pelaku yang lepas tadi tidak bersalah mestinya  dalam jangka waktu 1X24 jam di lepas kok setelah 3 hari saya dengar baru dilepas.

Untuk membuktikan kebenaran informasi, Hendri mendatangi beberapa saksi yang melihat kalau tersangka ini memang berkeliaran di Kota Duri.

Selain itu, pihaknya  mencari informasi tersangka dimana keberadaannya saat ini.

Setelah informasi pasti, saya dan beberapa teman melacak keberadaan tersangka. Benar tersangka mangkal disimpang Pokok Jengkol, Simpang Garoga terakhir tersangka berada di kawasan Kulim.

Kata Hendri, pihaknya sebenarnya hanya butuh keadilan. Jangan ada tebang pilih dalam proses hukum tindak pidana narkoba.

"Kalau dia bisa bebas, kenapa adik kami yang dalam kondisi sakit tidak bisa bebas (pelaku lain yang ikut diamankan-red). Saya duga ada permainan di balik lepasnya PR, padahal rumah yang dijadikan lokasi pesta sabu tercatat Ia yang menghuninya," cerita dia.

"Ada apa ini. Kami akan  bongkar habis penanganan perkara di Polsek Mandau," sambungnya.

Terkait dugaan dibebaskannya 1 dari 5 tersangka pengedar dan pemakai sabu di Jalan Pelita Duri ini, Kapolsek Mandau, Kompol Ricky Ricardo Sik, ketika di konfirmasi sejumlah wartawan belum memberikan keterangan.

Dari berbagai sumber yang layak dipercaya, salah satu tersangka yang dibebaskan bakal direhabilitasi ke BNN.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait