Pemkab Siak Serahkan Zakat Mal, Ini Kata Alfedri..,  

Pemkab Siak Serahkan Zakat Mal, Ini Kata Alfedri..,  

istimewa

SIAK (KATAKABAR) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Siak melakukan penyaluran zakat kosuntif dan produktif tahap 1 (satu) tahun 2018. Penyaluran zakat kosumtif ini di serahkan secara simbolis oleh Pelaksana tugas (Plt) Bupati Siak H Alfedri kepada 45 Mustahik yang ada di Kecamatan Koto Gasib Kampung Sri Gemilang, Selasa (10/04/2018).

Alfedri di hadapan masyarakat Kampung Sri Gemilang mengatakan, Pemkab Siak mendorong Baznas Kabupaten Siak dalam upaya melakukan pencapaian target pengumpulan zakat pada setiap tahunnya.

Hasilnya Baznas Kabupaten Siak saat ini berhasil membentuk UPZ di setiap sumber sumber yang diangap berpotensi menghasilkan dana zakat dari umat muslim. Salah satunya Baznas Kabupaten Siak telah membentuk UPZ Gabungan Kelompok tani (gapoktan) di Kecamatan Bungaraya.

“Kita mengapresiasi Banznas Kabupaten Siak yang telah membentuk UPZ Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Bunga Raya di setiap Kampung, Masyarakat kita di Bunga Raya saat ini tidak ragu lagi untuk mengeluarkan zakat pertaniannya, mereka setiap musim panen tiba langsung mengeluarkan zakatnya sebesar 5 persen dari total hasil panennya. Alhamdulillah saat ini potensi zakat dari hasil pertanian di Bunga Raya sudah berjalan, langkah baik ini patut di contoh oleh kecamatan lain,” jelas Alfedri.

Alfedri menjelaskan, potensi zakat di Kabupaten Siak ini cukup besar jika di Bunga Raya dari hitungan Baznas Kabupaten Siak potensi zakat pertanian dari total luas sawah 2.450 hektar pertahun zakatnya mencapai 4 hingga 5 milyar, apa lagi zakat kebunan sawit. Saat ini potensi zakat dari hasil perkebunan sawit di Kabupaten Siak belum di kelola secara maksimal sehingga dari sektor pendapatan zakatnya masih kecil. Selaku pemimpin dirinya selalu mengingatkan masyarakat untuk membayar zakat. Banyar zakat ini merupakan kewajiban umat yang di perintahkan oleh Allah Taallah yang cukub banyak ayat di dalam Al-Quran menerangkan tentang menunaikan zakat.

“Kita mengarapkan daerah kebun sawit atau ekstra kebun yang memiliki koprasi sawit agar di bentuk Unit Pengelola Zakatnya, sehingga dari hasil panen para petani langsung di keluarkan zakatnya. Kita tidak usah khawatir dengan zakat yang kita keluarkan hilang, seluruh dana zakat dikelola oleh lembaga Baznas yang dana terebut berasal dari umat dan akan kita kembalikan lagi bagi kepentingan umat. Tentunya melalui program yang telah di buat oleh Baznas Kabupaten Siak,” pungkas Alfedri.
 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait