Setelah 8 Tahun, LMRB Mubes ke-3 Pilih Panglima Baru

Sahdan
Setelah 8 Tahun, LMRB Mubes ke-3 Pilih Panglima Baru

DURI (KATAKABAR)- Suasana komplek perkantor Kecamatan Mandau yang berada di Jalan Jenderal Sudirm Duri, persisnya dalam ruangan Gedung Bathin Betuah telihat beda Minggu (6/5/2016) pagi hingga siang.

Masyarakat Melayu berkumpul memadati ruangan gedung Bathin Betuah yang berkapasitas lebih dari lima ratus orang.

Gedung itu tampak sempit tak mampu menampung tokoh, sesepuh, anggota Laskar Melayu Riau Bersatu (LMRB) dan rombongan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, Forpimka Mandau serta tetamu undangan berasal dari organisasi, komunitas lainnya yang ada di Dua Kecamatan, Mandau dan Bathin Solapan.

Tokoh, sesepuh dan anggota LMRB pada umumnya masyarakat melayu di daerah "Mutiara Hitam" nama lain dari Duri antusias mengikuti Mubes ke III sebab setelah 8 Tahun LMRB terkesan mati suri kembali menggema di Bulan Mei 2018 menetukan panglima yang baru.

Dalam MUBES ke 3 Tahun 2018 ada 3 nama mencalonkan diri dan siap dipilih menjadi panglima LMRB. Anatara lain, Anuar Syah, Mustafa Kamal dan El Citra.

Tokoh Melayu, Buya Hamka mengatakan, Mubes ke III LMRB Duri, Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis setelah hampir 8 Tahun lamanya "mati suri".

Itu sebabnya, Mubes ke III LMRB harus mampu melahirkan panglima (Ketua) yang mampu mengembalikan marwah melayu di bumi melayu.

Pendiri Yayasan Hubbulwthan Duri, Kabupaten Bengkalis merekomendasi 2 hal dalam Mubes LMRB Mei 2018. Pertama kata Buya, perjuangan Provinsi Riau menjadi daerah otonomi khusus Riau harus dituntut ke Pemerintah Pusat.

DI Yokyakarta, Provinsi Aceh dan Provinsi Papu kok bisa menjadi daerah otonomi khusus.

Provinsi Riau penghasil sumber daya alam termasuk membiayai NKRI sejak zaman Sultan Siang hingga sekarang ya harus setara dengan Tiga Provinsi menjadi daerah otonomi khusus di NKRI, katanya berapi-api.

Rekomendasi ke Dua, LMRB haru mampu memperjuangkan limbah kepada PT Chevron.

"Kontrak PT CPI sebentar lagi berakhir. Perumahan jangan dibiarkan digusur begitu saja lebih baik diberikan kepada Pemda Kabupaten Bengkalis biar bisa digunakan dan dimanfaatkan," pugkasnya.
 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :