Sidang Perdana Mafia Narkoba Inhu Alexander

Yuswanto
Sidang Perdana Mafia Narkoba Inhu Alexander

Terdakwa mafia gembong narkoba Inhu Alexander alias Alex saat menjalani proses persidangan di PN Rengat, Senin (7/5/2018). Pecatan polisi ini didakwa dengan empat dakwaan oleh JPU Kejari Inhu.

RENGAT (KATAKABAR)- Sidang perdana mafia narkoba kelas kakap Inhu dengan terdakwa Alexander alias Alex (34) mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rengat, Senin (7/5/2018). Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa Alex dipimpin majelis hakim Guntoro Eka Sekti SH MH dengan kedua wakilnya Immanuel Marganda Putra Sirait SH dan Maharani Debora SH Manulang SH MH ini juga menghadirkan 19 orang saksi

Dalam fakta persidangan, majelis hakim memeriksa satu persatu para saksi, baik dari personel Polres Inhu juga dari warga Kongsi Empat Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Pasir Penyu, terdakwa Alex membenarkan semua keterangan ke 19 saksi tersebut.

Dalam keterangan para saksi lebih, majelis hakim lebih banyak menanyakan perihal uang hasil penjualan narkoba, seperti pembelian tanah dan membangun rumah toko (ruko) dan kenderaan bermotor roda empat dan roda dua.

Sedangkan keterangan saksi dari pihak Polres Inhu dalam keterangannya menjelaskan seputar proses penyelidikan hingga operasi penangkapan terhadap terdakwa Alex.

Salah satu saksi dari personel Polres Inhu Bripka Marhengky menjelaskan, bahwa terdakwa Alex sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Inhu dan juga Target Operasi (TO) Polres Inhu selama pelariannya dari Rutan Kelas II B Rengat pada tahun 2014 lalu.

"Terdakwa Alex ditangkap pada Kamis (2/11/2017) dirumah Romi yang berada di Desa Sumber Sari Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu. Penangkapan Alex ini atas permintaan dari Kejari Inhu dan juga TO Polres Inhu," jelas Marhengky.

Ditambahkan Marhengky, bahwa penangkapan Alex, berawal dari penangkapan terdakwa Christian alias Titi (40) yang merupakan kaki tangan Alex. Dari keterangan Titi diketahui keberadaan Alex yang saat ditangkap petugas sedang berada dirumah Romi (DPO). Tersangka Titi ditangkap saat mengendarai mobil Avanza warna Silver yang melintas di Jalan Sudirman Air Molek menuju tempat cucian mobil didaerah tersebut.

"Atas keterangan tersangka Titi kita ketahui keberadaan Alex. Saat dilakukan penggeledahan dari rumah Romi itu didapat barang bukti sabu-sabu inek yang disimpan didalam tas warna hitam dan uang Rp148 juta yang disimpan didalam brankas. Serta satu pucuk senjata api satu pucuki serta 3 magazin berikut 30 butit peluru tajam aktif," terang Marhengky.

Dari keterangan Alex, lanjut Marhengky, sabu-sabu tersebut diperoleh dari Gidam warga Aceh. Sedangkan pil ekstasi (inek) dari Eki warga Pekanbaru. Sementara itu Senjata Api (Senpi) diperoleh Alex dari temannya bernama Zaidi warga Desa Japura, Kecamatan Lirik.

Kata Marhengky lagi, bahwa sabu-sabu ditemukan didalam kemasan teh china yang disimpan didalam bak mandi. Selain itu juga ditemukan 15 lembar struk bukti transfer uang dari sejumlah bank.

"Dari pengakuan Alex bahwa sabu-sabu itu untuk dijual," kata Marhengky.

Dalam fakta persidangan diketahui bahwa terdakwa Alex didakwa dengan empat dakwaan, antara lain kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu dan pil ekstasi, kepemilikan senjata api, upaya kabur dari sel tahanan Polres Inhu dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :