Kasus Penghinaan Anggota PWI Bergulir di PN Kelas II Bengkalis

Sahdan
Kasus Penghinaan Anggota PWI Bergulir di PN Kelas II Bengkalis

DURI (KATAKABAR)- Setelah 54 hari lamanya proses hukum perkara penghinaan terhadap Anggota Persatuan Wartawan Indonesia, Mazwin yang dilakukan salah satu pemilik kedai kopi di Duri, Kecamatan Mandau inisial DH akrab disapa Yati, akhirnya bergulir ke Pengadilan Negeri Kelas II Kabupaten Bengkalis di Bengkalis, Pulau seberang pada Selasa (8/5) kemarin sore.

Sidang perdana yang dipimpin Hakim Ketua, Supariyono didampingi Wimi Simarmata dengan Jaksa Penuntut Umum, Sri menghadirkan para saksi beserta terdakwa inisial DH berjalan dengan baik.

"Alhamdulillah, sidang perdana kasus penghinaan terhadap Mazwin dengan terdakwa inisial HD berjalan dengan baik. Hal itu, berdasarkan informasi yang diberikan Mazwin kepada saya tadi pagi," kata Kuasa Hukum Mazwin, Elida Netti SH MH kepada katakabar.com dikantornya Jalan Mawar Duri pada Rabu (9/5) sore

Dalam proses sidang perdana penghinaan anggota PWI, Mazwin kata Bendahara PERADI Provinsi Riau ini, Jaksa Penuntut Umum Kejari Kabupaten Bengkalis, Sri telah memberikan pelayanan yang cukup bagus.

"JPU Kejari Bengkalis terkait kasus penghinaan wartawan telah memberikan pelayanan yang baik kepada Mazwin beserta kedua orang saksi, Sahdan L dan Tuti yang datang dari Duri dengan rentang kendali yang cukup jauh lebih kurang 3 Jam lamanya menempuh jalur darat dilanjutkan hampir 1 Jam lamanya menempuh jalur laut baru tiba di Bengkalis," sebutnya.

"Saya selaku Kuasa Hukum Mazwin meski tidak hadir di sidang perdana terkait kasus penghinaan anggota PWI tetap melakukan pemantauan proses sidang perdana di PN Kelas II Kabupaten Bengkalis," sambungnya.

Jika dalam proses sidang berikutnya, kata dia, dirinya perlu dan atau diperlukan hadir, dia siap mendampingi Mazwin di PN Kelas II Kabupaten Bengkalis.

Sekedar diketahui, kasus penghinaan terhadap anggota PWI, Mazwin merupakan wartawan salah satu media cetak harian lokal di Riau oleh salah satu pemilik kedai kopi di Duri inisial HD berawal dari pemberitaan yang berjudul "Tempat Hiburan Tak Berizin Marak Dipusat Kota".

Pemberitaan yang bersifat global tanpa menyebut nama pemilik dan kedai kopi membuat terdakwa inisial HD meradang. Puncaknya, terdakwa mendatangi melakukan penghinaan kepada Mazwin di salah warung kopi Madiun di Jalan Jenderal Sudirman Duri pada 13 Maret 2018 lalu.

Disana, terdakwa melontarkan kata-kata yang yang melecehkan profesi wartawan bahkan mengancam membunuh wartawan median cetak harian lokal, Mazwin.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :