Polda Riau Akan Tindak Tegas Pelaku Pungli di Jalur Mudik

Polda Riau Akan Tindak Tegas Pelaku Pungli di Jalur Mudik

PEKANBARU (katakabar) - Untuk memberikan kenyamanan kepada para pemudik, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau, terus melakukan upaya mensterilkan aktivitas premanisme dan pungutan liar (Pungli).

Hal tersebut dilakukan, agar tidak ada oknum yang memungut uang di jalan terhadap pengemudi. Oleh karena itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Rudi Sarifuddin, menghimbau, agar para petugas bertindak tegas.

"Kalau ada kegiatan premanisme dan pemalakan, kita siap untuk menangkap mereka. Baik itu pungli yang dilakukan preman, maupun itu pungli yang dilakukan berbaju dinas, akan ditindak," kata Rudi, Senin (11/6/2018).

Tambah Dirlantas Polda Riau, pungki tersebut bisa saja dilakukan oleh oknum aparat. "Jika menemukan ada aparat agar ditindaklanjuti, seperti perintah dari Presiden dan Kapolri

Agar langsung dipecat saja jika ada oknum melakukan pungli," tegas Rudi.

Guna memastikan pengawasan di sepanjang jalur mudik, Polda Riau sebelumnya telah memastikan penempata pos pengamanan dan pos pelayanan bagi pemudik. Petugas pada pos pebgamanan akan memaksimalkan keamanan pemudik di sepanjang jalur mudik.

Diketahui, selama mudik Idul Fitri 1439 Hijriah, ada sebanyak 1.399 personel kepolsian yang mengamankan di Riau. Di samping itu, jajaran Polda Riau juga menyediakan 56 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di 12 Kabupaten atau Kota di Riau.

Selain polisi, pada pos pengamanan dan pelayanan ini, juga ada dari TNI, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan dan instansi lainnya. Totalnya ada sebanyak 1.907. Petugas gabungan ini nantinya akan mulai aktif bertugas dalam Operasi Ketupat Muara Takus, pada 7 Juni 2018 hingga 18 hari mendatang.

Dari 56 pos ini terbagi menjadi 38 pos pengamanan, 17 pos pelayanan dan satu pos terpadu. Setiap pos pelayanan yang didirikan mencakup seluruh fasilitas. Baik kesehatan, bengkel, hingga rumah makan. 

"Pos Pelayanan harus memiliki fasilitas lengkap, dari sisi kesehatan, kemudian bengkel, lalu ada rumah makannya. Semuanya demi kenyamanan pemudik," pungkas Rudi.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait