RI Pimpin Pertemuan PBB Soal Perlucutan Senjata

RI Pimpin Pertemuan PBB Soal Perlucutan Senjata

Wakil Tetap Indonesia untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib, diketahui mulai mengemban tugas untuk memimpin rangkaian pertemuan terkait penghentian perlombaan dan perlucutan senjata nuklir di Jenewa, Swiss. Foto/Watapri Jenewa

JENEWA (katakabar) - Wakil Tetap Indonesia untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib, diketahui mulai mengemban tugas untuk memimpin rangkaian pertemuan terkait penghentian perlombaan dan perlucutan senjata nuklir di Jenewa, Swiss. Rangkaian pertemuan yang akan diselenggarakan hingga pertengahan Agustus 2018 ini dilakukan dalam kerangka Konferensi Perlucutan Senjata.

Indonesia mengemban tugas ini setelah dipilih secara konsensus oleh seluruh negara anggota Konferensi Perlucutan Senjata pada Pertemuan Pleno tanggal 27 Maret 2018 yang lalu. 

Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa merupakan satu-satunya forum multilateral yang memiliki mandat untuk menegosiasikan berbagai kesepakatan internasional di bidang perlucutan senjata.

Hasan, seperti dikutip dari keterangan pers Perwakilan Tetap Indonesia  untuk PBB di Jenewa yang diterima Sindonews pada Selasa (26/6), menyatakan terpilihnya Indonesia sebagai pemimpin pertemuan mengenai perlucutan senjata nuklir adalah bukti kepercayaan dunia internasional terhadap komitmen Indonesia dalam membantu menjaga perdamaian dunia.

 

“Amanat ini merupakan bentuk kepercayaan, sekaligus pengakuan komunitas internasional terhadap komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia, serta berkontribusi dalam mencapai dunia yang bebas senjata nuklir,” ucap Hasan.

Dia menjelaskan salah satu prioritas yang akan dikedepankan oleh Indonesia dalam rangkaian pertemuan tersebut adalah mengakselerasi upaya mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.

Indonesia, lanjut Hasan akan mengedepankan peran selaku "bridge-builder" di dalam menyelaraskan perbedaan posisi dan pendekatan diantara negara-negara pemilik senjata nuklir dan negara-negara tanpa senjata nuklir. 

“Bukan merupakan upaya yang mudah mengingat sejumlah negara masih mengandalkan senjata nuklir dalam doktrin militer nasionalnya. Beberapa diantaranya bahkan terus melakukan modernisasi kekuatan persenjataan nuklirnya. Situasi juga semakin kompleks dengan perkembangan dinamika keamanan di berbagai kawasan di dunia, khususnya di Semenanjung Korea dan Timur Tengah,” ucapnya.

Diplomat senior Indonesia itu menambahkan Indonesia juga akan terus berupaya untuk membangun kepercayaan diantara negara-negara dengan memanfaatkan ruang dialog antar negara pada berbagai forum internasional, khususnya padaKonferensi Perlucutan Senjata di Jenewa. 

Pada akhirnya, menurut Hasan berbagai upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan momentum bagi negara-negara untuk menyepakati sebuah kesepakatan internasional terkait penghapusan senjata nuklir.

Tags :#Pbb

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait