Kongregasi FCJM Belajar Sawit ke Apkasindo Riau

Joni Sigiro
Kongregasi FCJM Belajar Sawit ke Apkasindo Riau

Sr. M. Theodosia Tinambunan saat menerima cendera mata dari Ketua DPW Apkasindo Riau, Gulat Medali Emas Manurung. foto: Jonni Sigiro

Pekanbaru (katakabar) - Sr. M. Theodosia Tinambunan menarik nafas lega usai pertemuan hampir satu jam itu. Pimpinan Kongregasi FCJM (Franciscanae Filiae Sanctissimae Cordis Jesus et Mariae) Provinsial Indonesia yang berkantor pusat di Siantar Sumatera Utara (Sumut) ini mengaku banyak dapat ilmu setelah bertemu dengan Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Riau, Gulat Medali Emas Manurung di kantor Apkasindo Riau di kawasan jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Rabu (17/7). 

Sebelumnya kata pimpinan Kongregasi yang membawahi Indonesia dan Timor Leste ini, dia tidak mengerti tentang perkelapasawitan.

"Tapi setelah dapat paparan panjang lebar tadi, kami lega dan sangat berharap bisa lebih intensif bekerjasama dengan Apkasindo," ujar Theodosia usai pertemuan kepada katakabar.com. "Apalagi Tim Lobi Kelapa Sawit Indonesia yang dipimpin langsung oleh Luhut Panjaitan ke Vatikan juga mengikutsertakan Pak Rino Aprino dari Apkasindo, semakin menambah semangat kami untuk menata dan mengelola kebun sawit yang merupakan Badan Usaha dari FCJM. Jadi kami sangat tepat berkunjung ke Apkasindo Riau," tambahnya.

Jelang siang tadi, perempuan paruh baya ini tidak datang sendirian dari Siantar. Dia ditemani empat orang suster dan pimpinan Kesusteran Bina Asisi Provinsi Riau, Sr. Lolita Manalu. Sementara Gulat yang menyambut rombongan ini ditemani Dewan Pakar DPW Apkasindo Riau, Prof. DR. Yusmar Yusuf dan Abdul Aziz Bidang Humas Apkasindo.

Panjang lebar Gulat menceritakan tentang apa dan seperti apa Apkasindo Riau. Mulai dari jumlah anggota Apkasindo Riau yang mencapai 500 ribu KK petani, hingga cara terbaik merawat kelapa sawit. 

"Meski organisasi petani, tapi di Apkasindo Riau semua ada. Mulai dari ahli tanaman sawit, ahli pupuk hingga advokasi yang cukup solid. Jadi berhadapan dengan petani, kita enggak sekadar menjadikan mereka anggota, tapi justru membina mereka untuk menjadi petani kelapa sawit profesional," ujar Gulat.

Bagi Lolita, apa yang dijelaskan oleh Gulat tadi menjadi warna baru bagi kelangsungan Bina Asisi. "Kebetulan dalam menjalankan program kerja di Bina Asisi yang punya sekolah dari TK hingga SMA, kami mengandalkan kebun kelapa sawit sebagai sumber pembiayaan. Selama ini kebun itu belum terurus secara optimal. Tapi setelah dapat pencerahan yang luar biasa, kami yakin akan bisa mengurus kebun kelapa sawit itu hingga mendapat hasil yang bagus dan bisa menopang biaya pendidikan," ujarnya. 

Gulat dan Theo menyebut, pertemuan ini bakal dilanjutkan dengan pelatihan teknik budidaya dan manajemen kelapa sawit khusus FCJM. "Pelatihan akan kita gelar tanggal 23 Juli 2018 di Pekanbaru. Ada sekitar 40 peserta yang semuanya berasal dari FCJM. Pelatihan nanti akan dihadiri oleh pastor dan suster dari berbagai provinsi," terang Gulat. 

Lantas bulan depan kata Gulat, akan digelar juga Pelatihan Agronomis di beberapa Pondok Pesantren di Riau, "Ini berkaitan dengan Program Presiden Jokowi yang menyerahkan Izin Pengelolaan Suatu Kawasan Kepada beberapa Pondok Pesantren di Berbagai Propinsi, sebagai Unit Usaha Ekonomi.Ini sangat menarik, karena akan memicu pemerataan pengelolaan suatu lahan kepada masyarakat," katanya. 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait