Siak Lirik Peluang Industri Syariah

Siak Lirik Peluang Industri Syariah

Syamsuar saat memimpin pertemuan segitiga. foto. humas setdakab siak

Siak (katakabar) - Setelah banyak menggagas program demi memajukan Kabupaten Siak, kini Bupati Siak Syamsuar mulai konsen pada industri syariah. Ini yang kemudian menjadi mimpi besar Gubernur Riau terpilih ini setelah menengok keberhasilan negara-negara tetangga yang menjadikan ragam komoditi dan produk berbasis syariah.

Mimpi besar ini nongol lagi dalam pertemuan segitiga antara Pemkab Siak-Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)-Tim Inovatif Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) yang digelar di Ruang Rapat Zamrud Komplek Abdi Praja Siak Sri Indrapura, malam ini.

Dalam pertemuan yang membahas prioritas bidang kreatif Kabupaten Siak tahap II, nampak Wabup Alfedri, Kadispar Fauzi Asni, Kadiskop dan UMKM Wan Fajri Aulia, perwakilan Bekraf, dan 12 orang tenaga profesional dari berbagai bidang industri kreatif yang tergabung dalam tim IKKON mitra Bekraf.

"Salah satu media cetak besar nasional menyebut peluang perekonomian kedepan adalah industri syariah yang masih dirajai negara tetangga, pasar terbesarnya dalam negeri" kata Syam.

Syam menyebut industri syariah di Thailand maju pesat karena sudah menerapkan lisensi dan laboratorium halal di sektor pariwisata. "Semoga bumi Melayu ini kelak punya lisensi dan laboratorium halal, agar industri syariah bisa bangkit dan dimulai dari Kabupaten Siak," harapnya.

Peluang industri syariah kata Syam tidak lagi hanya pada makanan, tapi konsep syariah sudah mulai diimplementasikan ke industri perbankan, properti, fesyen hingga gaya hidup. "Saya fikir anak-anak muda kita cukup bertalenta dan kreatif. Ini yang perlu difasilitasi. Kemitraan Pemkab Siak dan Bekraf melalui IKKON ini bertujuan untuk mendorong ekraf sebagai sektor penting dari kebangkitan pariwisata daerah kita yang kental dengan karakter Heritage, Natura, dan Culture," katanya. 

Syamsuar juga optimis bila ekraf disektor industri syariah ini bertumbuh dengan baik, dampaknya angka pengangguran akan bisa ditekan. "Saya ingin anak muda kita terfasilitasi baik branding, packaging, maupun marketing produk kreatifnya sehingga sukses berkarir di enterpreuner. Duitnya Insya Allah bisa lebih banyak dari pada menjadi PNS," ujar Syamsuar setengah bercanda.

Irfan, perwakilan Bekraf menyambut baik gagasan Syamsuar. Kata dia, pemikiran visioner gubernur terpilih tersebut sejalan dengan program pusat yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia.

"Pak Presiden melalui nawacita juga berkeinginan memajukan Indonesia menjadi sentra fashion untuk dunia" kata dia.

Namun demikian lanjutnya, terkait pemetaan potensi industri kreatif di Siak masih memerlukan beberapa tahapan survey lagi.

"Kinerja tim IKKON amat programatik, tersruktur dan terencana dari awal hingga akhir. Dari empat kali pertemuan akan dikuratori, sehingga prototiping nanti semakin mengerucut" ungkapnya.

Sementara itu Titi Indahyani, koordinator tim 12 IKKON yang diturunkan Bekraf di Siak optimis peluang ragam potensi ekraf yang ada di Siak. 

"Secara umum dasar rancangan design hasil survey di Siak pada tahap kedua ini, diharapkan berdampak positif bagi pariwisata dan ekonomi lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan" kata doktor jebolan Australian University of Technology ini.

Selama hampir dua jam pertemuan, Tim IKKON melaporkan hasil pemetaan potensi heritage, nature, dan spiritual di Siak. Sejumlah usulan protiping yang dirancang terungkap dalam presentasi tim. Beberapa diantaranya project inovasi bisnis digital fotografi, iven program, rancangan paket wisata, design produk unggulan dan pengembangan fashion berbasis budaya tenun, batik, ikat dan songket dan seni budaya.  

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait