Cerita Birahi Oknum Bekas Pejabat Rohul di Kebun Gambir (2)

Yahya Siregar
Cerita Birahi Oknum Bekas Pejabat Rohul di Kebun Gambir (2)

puing-puing rumah yang terbakar foto. yahya

Pasir Pangaraian (katakabar) - Langit Bukit Bebungo RW 3 Kubu Denau Desa Cipang Kiri Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) nampak muram jelang siang dua hari lalu. 

Meski mendung, cuaca masih terasa panas saat katakabar.com sampai di kawasan kebun gambir dan karet milik MZ, seorang oknum bekas pejabat Pemkab Rohul. 

Cerita heboh di kalangan orang kampung yang membikin katakabar.com sampai ke sana. Cerita tentang birahi oknum pejabat tadi bersama istri penjaga kebunnya. Birahi yang membikin rumah papan bertingkat di kebun itu, ludes terbakar. Birahi yang membikin Endang 53 tahun (sang pejaga kebun) menghajar bininya, Susi 23 tahun, hingga babak belur. 

Tak ada yang tersisa dari bangun itu, kecuali konstruksi kayu yang sudah menjadi arang dan atap seng yang berserakan. Ada juga puing-puing kaca mobil.

Di bagian belakang rumah, para bola masih menganga ke langit. Lalu di lokasi terbakar, sudah dikelilingi garis polisi.  

Tak terbayangkan dasyatnya kobaran api yang melalap rumah itu. Sebab jilatan api sampai membikin daun kelapa dan pohon karet di sekitar pekarangan rumah. 

Gubuk yang sehari-hari di diami seorang lelaki bermarga Sihombing yang tak jauh dari rumah terbakar itu, kosong melompong. Hombing mendiami gubuk itu kalau dia lagi dapat orderan mengolah kayu. 

Baca juga: Cerita Birahi Oknum Bekas Pejabat Rohul di Kebun Gambir (1)

Kamis pekan lalu rumah itu hangus dibakar Endang yang kalap saat  memergoki bininya "didayung" majikan. Tak butuh waktu lama kejadian itu menjadi bahan gunjingan orang kampung. Termasuk orang-orang dekat Endang maupun majikannya MZ.  

Semula katakabar.com tidak langsung percaya dengan kejadian itu, meski sangat penasaran. Rasa penasaran tadilah yang kemudian selama berhari-hari katakabar.com memburu orang-orang dekat Endang dan orang-orang yang tahu tentang kejadian itu.   

Perburuan mulai menampakkan hasil. Adalah Ifit 23 tahun, warga Kubu Denau yang bercerita panjang lebar kepada katakabar.com lepas dzuhur dua hari lalu. 

Di rumah orangtuanya yang semi permanen itu, nampak Ifit bersama ibu dan ayahnya Halilius 50 tahun. Hanya sebentar Halilius menemani cerita sebab kemudian lelaki ini pergi mendorong gerobak menjemput Ojol. 

Kamis itu kata Ifit, ayahnya mendengar kalau MZ datang ke kebun. Ifit dan Halilius pun bergegas untuk menjumpai MZ yang hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari rumah Ifit. Kebetulan ada upah kerja Halilius menyalai daun gambir yang belum dibayarkan MZ. 

Sayang, bukan upah yang langsung didapat Halilius. Anak beranak ini justru mendapati kejadian yang mengerikan. Api sedang melalap rumah papan bertingkat itu. Di halaman rumah, Susi nampak tergeletak babak belur tanpa busana. Suasana nampak mencekam. Tak ada orang yang bisa dimintai tolong. 

"Menengok Bu Susi tergeletak tanpa busana, saya buka jaket saya dan saya pakaikan ke Bu Susi," cerita Ifit.

"Untuk apa dipakaikan itu!" Endang yang menengok Ifit memakaikan jaket kepada istrinya sontak marah dan bergegas membuka jaket itu kembali. Saat akan membakar jaket itu, setengah berteriak Ifit melarang. 

"Jangan dibakar, Pak! Itu punya Ifit," katanya. Mendengar itu, Endang urung membakar. 

"Di kampung ini, Pak Hombing --- lelaki yang sering menempati gubuk dekat rumah Endang --- teman akrabnya Pak Endang cerita kalau rumah itu terbakar bukan gara-gara kompor meledak. Tapi Pak Endang yang membakar. Rumah itu disiram pakai minyak bensin. Entahlah ya, cerita Pak MZ ke kami, kalau Pak Endang salah paham. Tapi semua warga di sini sudah tahu kok cerita yang sebenarnya. Hombing yang cerita semuanya. Kan Hombing itu kawan akrabnya Pak Endang. Jadi pak Endang sendiri yang cerita ke dia," ujar Ifit.

Tak cukup hanya cerita Ifit, katakabar.com kemudian memburu sumber lain yang tahu kejadian di kebun milik MZ itu. Berhasil! Adalah Tamrin, warga Durian Sebatang Ujung Batu yang sehari-hari mengajar di Desa Pokobuik. 

Kepada katakabar.com Tamrin cerita bahwa sejak kejadian terbakarnya rumah itu, Endang menginap di rumahnya. Saat itulah Endang cerita kalau majikannya sudah menggauli Susi. "Gimana lagi aku ini, Pak? Enggak ada tempat ngaduku lagi selain Pak Tamrin," Tamrin menirukan omongan Endang. 

"Mau gimana lagi Pak. Semua sudah terjadi. Sabar sajalah," Tamrin berusaha menenangkan hati Endang. 

Sebelumnya kata Tamrin, Endang sudah melapor ke Polsek Rokan IV Koto. Dan terkait keberadaan Susi, Tamrin juga tahu. "Susi sekarang ada di #########. Dia dirawat di sana," katanya. (bersambung)

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait