Cerita Birahi Oknum Bekas Pejabat Rohul di Kebun Gambir (3)

Yahya Siregar
Cerita Birahi Oknum Bekas Pejabat Rohul di Kebun Gambir (3)

rumah milik MZ yang ditempati Endang ludes dilahap si jago merah. foto. yahya

Pasir Pangaraian (katakabar) - Jauh sebelum kejadian Minggu pekan lalu itu, Endang percaya saja saat MZ sering memboyong Susi ke Pekanbaru. Apalagi saat itu alasan MZ, Susi ikut kursus, entah kursus apa. 

Orang di kampung Kubu Denau Desa Cipang Kiri Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) pun tahu soal hari-hari MZ bersama Susi itu. Setidaknya Ifit 23 tahun, yang bapaknya Halilius, menjadi pekerja MZ sebagai tukang salai daun gambir. 

Tamrin, warga Durian Sebatang Ujung Batu yang sehari-hari sebagai seorang guru di Desa Pokobuik juga tahu soal hubungan antara MZ dan Susi. 

Baca juga : Cerita Birahi Oknum Bekas Pejabat Rohul di Kebun Gambir (1)

Waktu MZ masih pejabat aktif di Pemkab Rohul, Tamrin jadi tangan  kanan MZ untuk wilayah Rokan IV Koto. Urusan-urusan serius, Tamrin yang meng-handle. Begitu juga saat MZ ada keperluan dengan Endang, Tamrin yang jadi penghubung. 

Lalu apa komentar MZ atas semua peristiwa panjang ini? Kepada katakabar.com Minggu malam lalu mengatakan kalau apa yang dibilang orang-orang yang menjadi sumber katakabar.com itu tidak benar. 
"Saya rasa mereka sudah mendapat informasi yang salah. Jadi jangan didengar itu. Tak mungkinlah saya melakukan hubungan intim seperti itu dengan istri pak Endang. Saya hanya berusaha membantu Bu Susi saat kompor gas di rumah itu akan meledak," katanya di ujung telepon.

Waktu itu kata MZ, dia bersama dua anggotanya Z dan H yang juga ditemani Endang, berangkat bersama-sama ke gubung yang cukup jauh ke arah belakang rumah. Mereka mengantar selaian daun gambir. 

Di perjalanan MZ balik lagi ke rumah. Dia enggak nyaman memakai sandal jepit. "Tak mungkin lah aku pergi pakai sandal jepit. Sampai di rumah aku langsung ke lantai atas. Pas lagi di lantai atas, aku dengar ribut-ribut di bawah. Aku langsung turun, dari atas aku lihat kompor mau meledak," katanya. 

Melihat itu MZ langsung berinisiatif mencari kain basah dan ember untuk membantu Susi. Tapi usaha itu keburu terlambat sebab kompor sudah kadung meledak. "Terbakarlah semua rumah itu sampai-sampai surat-surat seperti STNK, KTP hangus terbakar," cerita MZ. 

Baca juga : Cerita Birahi Oknum Bekas Pejabat Rohul di Kebun Gambir (2)

Saat rumah dilalap api kata MZ, Endang datang membawa parang sembari ngamuk-ngamuk ke saya. "Sabar Pak, ini salah paham," MZ berusaha menenangkan Endang. "Tapi Pak Endang tak mau mendengar dan langsung memukuli," kata MZ. 

MZ kembali mengulangi bahwa rumah tadi bukan dibakar tapi terbakar. "Dan saya tidak ada melakukan hubungan intim dengan istri Pak Endang yang kemudian Pak Endang membakar rumah, tak benar itu!. Pak Endang salah paham aja. Tak mungkinlah Bapak melakukan itu, itu salah paham saja. Mereka sudah saya anggap keluarga kok," tegas MZ.

"Lebih kurang 10 tahun mereka bersama saya, dari awal kebun itu dibuka hingga sekarang sudah berhasil, tinggal motong karet aja lagi dan manen gambir," katanya. 

Lalu kenapa Susi sampai telanjang bulat begitu? "Baju Susi itu ikut terbakar makanya dia enggak pakai baju," kata MZ. 

Jawaban MZ ini menjadi aneh saat Ifit yang menjadi saksi pada kejadian itu mengatakan bahwa saat menolong Susi, tidak ada tubuh Susi yang terbakar. "Enggak ada badan dia tebakar bang, yang ada hanya lebam-lebam," kata Ifit. Hhhmmm...(bersambung)

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait