Ancaman Sweeping Kantor Ilegal

Sahdan
Ancaman Sweeping Kantor Ilegal

Duri (katakabar) - Belakangan, Panglima Hulubalang Melayu Mandau kawasan Provinsi Riau, Fendi, gusar bukan kepalang. Lelaki 44 tahun ini sudah benar-benar tak nyaman lagi menengok ratusan kantor perusahaan di Kecamatan, Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Tualang Mandau, Kabupaten Bengkalis yang sampai sekarang banyak yang tak punya plank nama. 

Besar dugaan Fendi dan kawan-kawan, kantor-kantor itu tidak mengantongi izin berkantor alias kantor ilegal. Ironisnya, sudah bertahun-tahun kayak begitu. 

"Dalam catatan kami, ada sekitar 375 perusahaan migas dan non migas berkantor di kawasan yang saya sebutkan tadi. Kebanyakan perusahaan itu berkantor di rumah bulatan yang disewa dari warga," terang Fendi kepada katakabar.com kemarin. 

"Ini tak bisa dibiarkan, bertahun-tahun pemilik dan manajemen perusahaan seenak perutnya berkantor tanpa izin dan tanpa plank nama. Mau jadi apa Bengkalis kalau begini terus," Fendi ngedumel. 

Siapapun tak berkeberatan kata Fendi, perusahaan-perusahaan itu 'cari makan di 'Bumi Mandau'. "Silahkan pengusaha datang ke Duri, pintu terbuka dan pasti didukung, tapi ingat ada aturan yang harus diikuti sebelum berkantor dan menjalankan usaha," katanya.

Lantaran sudah bertahun-tahun seperti itu kata Fendi, ada kesan pembiaran dari pemerintah daerah khususnya dinas terkait."Saya pikir Pemkab Bengkalis punya Satpol PP yang kapan saja bisa menertibkan kantor-kantor tak jelas itu. "Tapi kenyataannya kok melempem! Padalah kalau Perda ditegakkan, sudah pasti pundi-pundi Pemkab Bengkalis akan bertambah dari sektor izin berkantor itu" katanya.

Alhasil Fendi mewanti-wanti, kalau Pemkab Bengkalis khususnya dinas terkait masih terus melempem, Hulubalang Melayu Mandau kawasan Riau tak akan segan-segan bergerak melakukan sweeping ke kantor perusahaan yang diduga kuat tak mengantongi izin berkantor itu. Nah lho...

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait