Training Dunia Maya AJI Riau

Jejak “Abadi” Dunia Maya

Yuswanto
Jejak “Abadi” Dunia Maya

Para jurnalis anggota AJI berfoto bersama. Foto: yuswanto

 

Pekanbaru (katakabar) - Jejak digital itu tidak bisa dihapus, maka berhati-hatilah berselancar di dunia maya. Begitu diingatkan Trainer Google News Initiative Training Network, Yuafriza alias Ocha kepada peserta saat training pada Minggu (5/8/2018).

Google News Initiative Training Network tanggal 4-5 Agustus ini, digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama Google News Initiative di Fave Hotel Jalan Pinang Pekanbaru.

Tema pelatihan ini "Google News Intiative Network" Dalam pelatihan ini peserta berasal dari jurnalis media dengan berbagai platform. Mulai dari hari pertama, peserta diajarkan berbagai tools yang dimiliki google dalam menelusuri gambar atau informasi yang diduga hoax.

Peserta diajarkan melacak dari mana sebuah foto yang ada di internet berasal. Bahkan, melacak siapa orang pertama yang mengupload ke internet, siapa yang mengambil foto, menggunakan perangkat apa, lokasinya dimana, hingga sudah tersebar di media mana saja.

Selain itu, peserta juga diajarkan menelusuri website yang diduga penyebar hoax. Penelusuran bisa dilakukan sampai detail, baik yang punya maupun lokasi servernya, dan about us website tersebut.

Peserta juga diajarkan bagaimana mencari data detail orang atau akun media sosial atau akun google yang diduga menyebar hoax. Selain itu, peserta juga diajarkan menelusuri orang yang hanya dikenal nama panggilan atau tempat ia bekerja, sehingga bisa diungkap data lengkap orang tersebut.

Pada hari kedua, peserta diajarkan menelusuri kebenaran sebuah peristiwa melalui google map, bing map dan tools penelusuran gambar lainnya. Juga menelusuri kebenaran sebuah peristiwa melalui ciri-ciri tempat kejadian.

Materi yang penting adalah menelusuri jejak digital seseorang. Setiap orang yang berselancar di dunia maya menggunakan perangkat gedget bisa diketahui ia mengapa saja dan dimana saja serta apa yang ia lihat di internet, dengan beberapa tools.

Usai mencoba melakukan itu, peserta diingatkan bahwa jejak digital tidak bisa dihapus, maka berhati-hatilah berselancar di dunia maya. Jika biasa menggunakan internet untuk hal yang negatif, maka mulailah menggunakan internet untuk hal positif atau berinternet sehat.

Materi terakhir, peserta diajarkan mengamankan akun google dan akun medsos serta perangkat gedgetnya dengan password yang kuat. Gunakan password yang panjang, menggunakan gabungan huruf dan angka, sisipkan huruf kapital, dan gunakan bahasa daerah.

Selain itu, peserta juga diajarkan bagaimana mengukur kekuatan password. Bagi yang susah mengingat banyak password, juga diberikan aplikasi untuk mengamankan banyak password dengan satu password. 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait