Meleset!! Warga Mati Bakal Hidup Lagi di Pileg dan Pilpres 2019

Sahdan
Meleset!! Warga Mati Bakal Hidup Lagi di Pileg dan Pilpres 2019

Duri (katakabar) - Daftar pemilih tetap di Pemilihan Gubernur Riau 27 Juni 2018 lalu sebanyak Sembilan Puluh Ribu lebih di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis otomatis menjadi dafar pemilih sementara di Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden bakal di helat pada 17 April 2019 mendatang, kata Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Mandau, Nazaruddin alias Munir kepada katakabar.com di suatu perbincangan di penghujung Juni 2018 lalu di Duri.

"Daftar Pemilih itu ujar Munir, bakal dilakukan pemutakhiran dan veeifikasi data seperti, warga yang tidak terdaftar pada Pilhubri Juni 2018 lalu bakal di data, pemilih pemula umurnya sudah cukup 17 Tahun pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang pun mesti data biar dapat berpartisipasi di perhelatan politik akbar Tahun depan", katanya.

Kendati dilakukan pemutakhiran dan verifikasi daftar pemilih di Kecamatan Mandau menjelang diplenokannya daftar pemilih tetap Pileg dan Pilpres 17 April 2019 mendatang.

Kesemrawutan daftar pemilih di daerah "Kota Minyak" nama lain dari daerah Duri tidak begitu saja beres. Persoalanya, warga yang sudah mati dan pindah dari Kecamatan Mandau menetap di luar daerah masih terdaftar di daftar pemilih sementara Pileg dan Pilpres yang bakal di helat lebih kurang 8 Bulan ke depan.

Cerita salah seorang Ketua RT di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Anto kepada katakabar.com siang tadi, percuma warga di data berkali kali dengan melampirkan photo copy kartu keluarga karena daftar pemilih sementara yang diterima baru baru ini masih data daftar pemilih lama.

"Data warga terbaru sudah jauh hari sudah diserahkan kepada Pihak Terkait tapi data warga yang terdaftar di pemilih sementara masih yang lawas", ujarnya rada kesal.

Kata Anto, dalam daftar pemilih sementara Pileg dan Pilpres yang di helat Tahun depan lucu, kok warga yang sudah almarhum dan almarhumah masih terdaftar dan hidup lagi.

Dicontohkannya, Abdulah Sani sudah Delapan Tahun meninggal dunia persisnya pada 2010 silam masih tercantum dalam DPS Pileg dan Pilpres. Warga lainnya yang telah meninggal,  Saroman dan Sarnen sudah meninggal Enam Tahun tepatnya pada 2012 lalu masuk bakal hidup lagi di pesta demokrasi 2019 mendatang karema terdaftar dalam DPS.

Warga yang pindah habis dari kawasan RT 04, RW 03, Jalan Karanganyer Kelurahan Air Jamban ke Jalan Tegal Sari, Indro Setiadi dan istrinya, Nuri masih terdaftar dalam DPS.

Keluarga ini sudah bertahun lamanya pindah dari kawasan Jalan Karanganyer kok masih terdaftar, tegasnya.

"Percuma warga di data dan dilaporkan berkali kali setiap mau perhelatan politik kalau daftar pemilih itu masih data Lima Tahun bahkan Sepuluh Tahun lampau", imbuhnya.

Salah satu Ketua RW di Kecamatan Mandau, Hendrianto mengaku, daftar pemilih sementara bakal diplenokan jadi daftar pemilih tetap di Pileg dan Pilpres 2019 mendatang masih semrawut.

"Warga yang tidak terdaftar di Pilgubri Juni 2019 lalu sepertinya belum terdaftar di daftar pemilih sementara. Gimana warga yang belum terdaftar dapat undangan di Pileg dan Pilpres".

Inilah yang membuat saya tak habis pikir, menjelang pesta demoraksi Ketua RW dan RT diinstruksikan melakukan pemutakhiran data biar warga belum terdaftar di pesta demokrasi lalu terdaftar si pesta demokrasi berikutnya.

Tapi, validasi data pemilih itu jadi sia sia lantaran data pemilih yang Lima atau Sepuluh Tahun lampau yang muncul dalam daftar pemilih.

Harapannya, kepada Pihak Terkait agar mengakomodir hasil pemutakhiran data yang terbaru dan baru dilaporkan dan disampaikan Ketua RW dan RT biar warga yang belum terdaftar dapat undangan untuk memilih dan warga yang mati dan pindah permanen ke luar daerah tidak terdaftar lagi baik di daftar pemilih sementara nantinya bakal jadi daftar pemilih tetap, sebutnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait