Tutup TMMD ke 102 2018 di Duri

Ini Pesan Jenderal TNI Mulyono Pada Prajurit dan Rakyat

Sahdan
Ini Pesan Jenderal TNI Mulyono Pada Prajurit dan Rakyat

Duri (katakabar) - Dari pagi hingga siang tadi, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono menjambangi "Kota Minyak" nama lain dari Duri punya 4 kecamatan, Mandau, Pinggir, Bathin Solapan dan Tualang Muandau, Kabupaten Bengkalis ibu kotanya Bengkalis di pulau seberang.

Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Bintang Empat ke Duri yang berpenduduk lebih kurang 300 ribu jiwa ini tidak sendirian. Sang Jenderal bersama gerbong meliputi, Pangdam I/BB, Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, 
Asisten Operasi Kasad, Mayjen TNI Moch. Fachruddin S.Sos, Asisten Logistik Kasad, Brigjen TNI Jani Iswanto M.A, Asisten Teritorial Kasad, Mayjen TNI Supartodi, Asisten Perencanaan Kasad, Mayjen TNI Dominicus Agus Riyanto serta lainnya.

Kegiatan TMMD ke 102 Tahun 2018 lokasinya di desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir. Penutupan TMMD ke 102 bertempat di lapangan Stadion Mini hanya lebih kurang 200 meter dari pertigaan lampu merah, Pokok Jengkol kawasan Jalan Hang Tuah Duri.

Dalam amanatnya di upacara penutupan TMMD ke 102 pagi tadi, Jenderal TNI Mulyono berwasiat kepada prajurit dan rakyat terutama buat masyarakat Duri yang majemuk dan heterogen.

"Tentara lahir dari rakyat, kemanunggalan sarana untuk membangun silaturahmi dan kebersamaan antara TNI dan rakyat. Kebersamaan itu diwujudkan lewat pemberdayaan prajurit langsung ke tengah masyarakat", kata KSAD Jenderal TNI Mulono.

Dalam kegiatan TMMD yang dilaksanakan Tiga kali setahun ke daerah terpencil dan pelosok pedesaan. Prajurit yang bertugas harus berbaur bersama rakyat, makan dan tidur dengan rakyat biar terbangun hubungan emosional sehingga tercipta kebersamaan.

Dari kebersamaan yang sudah di rajut antara TNI dan rakyat bakal memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Itu sebabnya, masyarakat jangan mudah terpedaya oleh isu isu yang mau memecah belah bangsa dan negara. TNI bersama rakyat harus bisa menepis isu isu yang memecah persatuan dan kesatuan bangsa dan negara secar positif dan jernih.

Membudayakan dan menjaga semangat gotong royong, membangun wawasan kebangsaan harus tetap tumbuh di tengah masyarakat untuk mencegah bahaya radikalisme dan terhindar dari bahaya laten narkoba.

Untuk itu, mari perkokoh persatuan dan kesatuan demi keutuhan negara kesatuan republik indonesia yang sama sama kita cintai, tandasnya.***

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :