Aksi "Bali" Jelang Senja di Proyek Mangkrak Berbandrol Rp 500 Miliar

Sahdan
Aksi "Bali" Jelang Senja di Proyek Mangkrak Berbandrol Rp 500 Miliar

Duri (katakabar) - Sore kemarin selepas bada salat ashar, suasana Jalan Lingkar Barat posisi menikung persis di simpang Tiga menuju ke areal perkebunan sawit milik salah satu perusahaan swasta sekitar Dua kilometer jaraknya dari Jalan Lintas Duri - Dumai kilometer Sebelas Kulim, Desa Air Kulim Kecamatan Bathin Solapan biasa saja.

Warga sekitar, umumnya profesi petani dan buruh yang tiba lebih dulu di rumah memilih istirahat bersama keluarga setelah seharian lelah bekerja. Warga lainnya, dengan mengenderai sepeda motor masih dalam perjalanan pulang biar bisa berkumpul bersama keluarga di rumah.

Kenderaan bermotor baik sepeda motor dan mobil yang melintas menggunakan Jalan Lingkar Barat bisa di hitung jari. Soalnya, masyarakat umumnya sudah tahu proyek multi yearberbandrol Lima Ratus Milliar Rupiah masih mangkrak.

Tapi, bagi segerombolan anak muda yang suka dan hobi balap liar dan trek di jalan raya, jalur lintasan aspal Lingkar Barat sudah cukup populer. 

Anda, kebetulan berkenderaan bermotor melintas jangan heran melihat segerombolan anak muda melakukan aksi balapan liar dan trek posisi menikung di Jalan Lingkar Barat sekitar Dua kilometer jaraknya dari Jalan Lintas Duri - Dumai kilometer Sebelas Kulim.

Cerita seorang pemuka masyarakat, Yudi kepada katakabr.com di ujung selulernya Senin (13/4) malam tadi, sejak Tiga Tahun belakangan Jalan Lingkar Barat posisi menikung sekitar Dua kilometer jaraknya dari Jalan Lintas Duri - Dumai kilometer Sebelas Kulim sudah menjadi lokasi balap liar dan trek anak muda.

Bagi anak muda ujar Yudi, khusus yang hobi balapan dan trek trekan di jalan raya merasa aman dan nyaman karena kenderaan yang melintas belum begitu padat di lintasan yang sudah di aspal hotmix.

Kawasan tersebut penduduknya belum ramai, kalau pun ada rumah penduduk hanya satu satu dan masih jarang - jarang. 

"Pihak keamanan sangat jarang melakukan patroli apalagi di sore hari menjelang senja".

Kata Yudi, gerombolan anak muda yang melakukan aksi balap liar dan trek di kawasan Jalan Lingkar Barat berasal dari luar bukan anak muda tempatan.

Terkait tewasnya diduga pelaku balap liar akibat kecelakaan sore Dua hari lalu. Itu sudah kali ke Dua terjadi peristiwa yang sama, dulu sudah ada warga yang tewas lantaran melakukan aksi balap liar dan trek trekan di lokasi dan lintasan tersebut. 

"Saya prihatin dengan prilaku segerombolan anak muda yang melakukan aksi balap liar dan trek trekan di jalan raya. Mereka tidak takut kecelakaan meski sudah ada pelaku yang tewas tapi aksi balap liar dan trek trekan masih saja menjadi kegiatan rutinitas dan bagian dari perilaku sangat merugikan diri sendiri".

Para orang tua diharapkan melakukan pengawasan dan pengontrolan ekstra keras terhadap anak - anak khusus usia remaja masih duduk di bangku sekolah menengah tingkat pertama dan tingkat atas biar mereka tidak menjadi korban berikutnya akibat aksi balap liar dan trek trekan di jalan raya, tandasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :