Pasca OTT Honorer TU SMPN 5 Mandau

Nyanyian ZI Alias PI Tak Mau Jadi Pesakitan Sendiri

Sahdan
Nyanyian ZI Alias PI Tak Mau Jadi Pesakitan Sendiri

Duri (katakabar) - Tim Saber Pungli Polisi Resort Kabupaten Bengkalis melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap honorer Tata Usaha SMPN 5 Mandau inisial ZI alias PI terkait anak pindah dari sekolah lain masuk ke SMPN 5 Mandau pas Tiga pekan lamanya terhitung dari Sabtu (28/7)  lalu hingga Jumat (17/8) nanti.

Tapi, proses penegakan hukum atas kasus OTT oleh Polisi sepertinya  masih sebatas pendalaman. Status honorer TU yang tertangkap tangan dalam OTT masih tahanan luar belum dijebloskan ke dalam hotel prodeo.

Kasus OTT honorer TU belum berending menimbulkan spekulasi
di ranah publik, kuat dugaan honorer TU inisial ZI alias PI tidak mungkin bermain tunggal atau sendiri dalam kasus OTT anak pindah sekolah apalagi polisi berhasil 
mengamankan barang bukti berupa duit Jutaan Rupiah dari bersangkutan. 

Dari pengakuan honorer TU inisial ZI alias PI kepada sejumlah awak media lokal Duri di rumahnya memasuki pekan ke Dua Bulan Agustus 2018 lalu, saya cuma menjalankan perintah dari atasan selaku pimpinan dan tak mungkin saya melakukan ini tanpa ada perintah baru baru ini. 

Kata ZI, saat tertangkap tangan oleh Tima Saber Pungli mengutip uang anak pindah sekolah sebesar Dua Juta Rupiah. Sebelumnya, saya sudah lakukan hal serupa kepada anak pindah sebanyak 17 orang.

"Pungutan kepada anak pindah sekolah bervariasi, mulai dari Satu Setengah Juta Rupiah hingga Dua Juta Rupiah dimana duit anak pindah sekolah sudah diserahkan kepada atasannya inisial R notabene Kepala SMPN 5 Mandau", katanya.

Dilanjutkannya, saat saya diamankan di kantor salah satu ruangan sekolah yang berada di Jalan Tribrata, Jalan Hang Tuah Duri atasan sempat menelepon meminta uang kutipan terakhir agar diantar kerumahnya. 

Saya tolak dengan alasan masih ada tamu.

Istri saya bilang, buka saja apa yang ada. 

Itu sebabnya, saya buka semua yang terjadi karena saya tidak mau jadi pesakitan sendiri.

Selain anak pindah ujar ZI, Ia  mengetahui kutipan siswa baru yang  masuk belakangan. Pungutannya ada masing - masing Satu Juta Delapan Rarus Ribu Rupiah per orang di kali sebanyak 46 orang siswa.

Itu baru duit siswa baru yang masuk belakang, duit seragam lain lagi. Siswa baru dibebankan sebesar Satu Juta Empat Ratus Ribu Rupiah per orang buat menjahikan seragam sekolah 5 pasang.

Padahal, harga untuk 5 pasang seragam hanya Tujuh Ratus Sepuluh Ribu Rupiah, tukasnya.

Tim Saber Pungli Polres Bengkalis setakat ini masih melakukan pendalaman kasus tersebut.

Publik berharap kepada polisi segera memproses kasus OTT dan mengumumkan tersangka baru selain ZI biar kebobrokan sistem Pendidikan di Negeri Sri Junjungan berjalan lebih baik tanpa kutipan yang terkesan memperkaya pribadi dan kelompok.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :