Sikap dan Prilaku Warga Kunci Terciptanya KOTAKU

BKM Duri Timur Gelar FGD KOTAKU

Sahdan
BKM Duri Timur Gelar FGD KOTAKU

Mandau (katakabar) - Pertengahn Bulan Agustus 2018 lalu, diam diam Badan Keswadayaan Masyarakat Kelurahan Duri Timur melaksanakan Focus Group Diskution (FGD) tentang Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Bertempat di rumah salah satu Ketua RT di wilayah Kelurahan Duri Timur FGD KOTAKU yang dilaksanakan BKM dengan menggandeng Ketua RT, RW, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Perempuan Kelurahan setempat.

Nara sumber FGD KOTAKU yang bertema, peningkatan kapasitas masyarakat dari Kordinator Informasi dan komunikasi LAMR Kecamatan Mandau, Refri AD.

Kegiatan ini merupakan program kerja Kota Tanpa Kumuh secara berkelanjutan dalam rangka merubah sikap dan prilaku warga menyikapi KOTAKU, kata Ketua BKM Kelurahan Duri Timur, Nofrijal kepada katakabar.com Kamis (23/8) siang.

Koordinator Informasi dan Komunukasi LAMR Kecamatan Mandau, Refri AD mengatakan, dalam menciptakan program KOTAKU kuncinya adalah perubahan sikap dan perilaku mandiri masyarakat.

"Kita mengajak semua pihak agar dapat menciptakan Kota Tanpa Kumuh dengan menunjukkan sikap dan perilaku dari ruang lingkup terkecil mulai dari lingkup rumah tangga".

Jika sikap dan prilaku dilaksanakan dari satuan terkecil peduli terhadap lingkungan bersih pasti berdampak kepada lingkup yang luas dan besar. Peduli terhadap lingkungan yang bersih sekitar kita paling utama untuk mewujudkan dan mencipatkan program KOTAKU.

Miris melihat kawasan pasar tradisional Duri nyaris  ini sepanjang median ada tumpukan sampah rumah tangga yang dibuang dan diletakkan begitu saja tanpa ada rasa malu. Kebiasaan ini contoh sikap dan perilaku yang kurang baik.

Untuk itu, mari berdiskusi tentang pentingnya melakukan perubahan sikap dan prilaku yang menyenangkan demi terciptanya KOTAKU, tandasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :