Setelah Dilapor, Basement RSUD Padangsidimpuan Terbakar 

Dedi Suhardi
Setelah Dilapor, Basement RSUD Padangsidimpuan Terbakar 

Medan (Katakabar)- Publik bertanya-tanya. Mendadak Basement RSUD Padang Sidimpuan, terbakar. Padahal, banguna tersebut belum dipergunakan. Sampai saat ini masyarakat bertanya-tanya. Indikasi kebakaran terjadi setelah Timbul Parsaulian Simanungkalit, M.Si, anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, melaporkan kasus dugaan korupsi rumah sakit tersebut ke Mapoldasu. 

Hal tersebut dikatakan Feri Nofirman Tanjung, saat melakukan aksinya di Mapolda Sumut, Selasa (4/9/2018). Feri heran, sebab pada Kamis (30/8/2018), sekira pukul 17.30 WIB, telah terjadi insiden kebakaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan. 

Kebakaran tersebut terjadi di salah satu ruangan di basement gedung tersebut. Kejadian tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, bagaimana mungkin kebakaran terjadi pada bangunan yang belum dipergunakan. Dan sampai hari ini penyebab dari kebakaran tersebut belum diketahui oleh masyarakat, yang tetap menyisakan tanda Tanya.

Feri menduga kalau kebakaran tersebut ada kaitannya dengan laporan dari Timbul Parsaulian Simanungkalit, M.Si, anggota DPRD Kota Padangsidimpuan yang pada Kamis (23/ 8/2018), telah datang ke Mapoldasu untuk mengadukan dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan gedung baru RSUD Kota Padangsidimpuan tahun Anggaran 2017. Proyek tersebut bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) Tahun dengan Nilai Kontrak: Rp. 22.057.053.000,- (Duapuluh Dua Milyar Lima Puluh Tujuh Juta Lima Puluh Tiga Ribu Rupiah) Pelaksana PT. RK, Jl. Bajak II H No: 51 A,  Medan. 

Diketahui kalau waktu pelaksanaan 05 Juni 2017 s/d 31 Desember 2017. Menurut pelapor pembangunan proyek tersebut sarat dengan masalah. Kontraknya  diperpanjang sampai 2 kali. Konstruksi bangunan tidak lagi seperti yang direncanakan semula. Pelapor menemukan adanya indikasi bahwa PT.RK selaku pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya, tapi ditutup-tutupi oleh PPK dan seluruh Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Instalasi Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) ditiadakan. Pekerjaan Instalasi Fire Alarm, Instalasi Gas Medical ditiadakan. 

Pekerjaan Instalasi Lift sampai tgl. 31 Juli 2018 belum terpasang, padahal masa waktu kontrak sudah lama berakhir. Pelapor menduga bahwa Pelaksana dan Pemberi kerja telah bersekongkol menutupi ketidakmampuan PT. RK dalam menyelesaikan pekerjaannya. Pelaksana dan Pemberi Kerja telah mengabaikan kemudahan akses pasien menuju ruang UGD dengan merubah desain bangunan.  

Pelaksana dan Pemberi Kerja telah mengabaikan standar kesehatan dalam gedung RSU dengan tidak membangun septic tank/bio septic, tidak membangun instalasi air kotor dan air bekas di lantai.  Pelaksana dan Pemberi Kerja telah melakukan persengkolan dengan mengabaikan UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung menyangkut: Intalasi air kotor, Instalasi penangkal petir. 

Terlapor dalam hal ini ada sebanyak 7 orang yakni IB selaku Direktur PT. RK, Dr. A selaku Dirut RSUD P. Sidimpuan (pada masa itu) S sebagai PPK, HSS sebagai Asisten PPK, SM sebagai Tim Teknis, MG sebagai Tim Teknis, IC sebagai Inspector CV. DTM, FMD sebagai Direktur CV. PBK. Pelapor diterima oleh AKBP Doni S. Sembiring, SH, SIK, M.Si (Kasubdit III) dan Kompol H.Sihombing di Ruang Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Sumut.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait