Harga Buah Sawit Terjun Bebas Rp 900 Per Kilogram

Petani Sawit Nelangsa di "Kota Minyak"

Sahdan
Petani Sawit Nelangsa di "Kota Minyak"

Duri (katakabar) -  Pria paruh baya warga Desa Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan di sapa akrab oleh teman sejawat Wak Dul sudah Tiga Bulan belakangan, dari lebaran idul fitri Juni 2018 lalu hingga September 2018 bersedih dan rada jengkel dengan harga buah sawit yang terjun bebas ke Rp 900 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp 1600 per kilogram dan sempat naik harga Rp 1800 per kilogram.

Sudahlah harga sawit per kilogram turun drastis, hasil kebun sawit seluas 5 hektar mengalami trek dan turun pula, kata warga yang tinggal di sebelah Barat Kota Minyak nama lain dari daerah Duri, Abdullah umur 57 Tahun kepada katakabar Senin (3/9) siang tadi.

Sebelum lebaran ujar Wak Dul, hasil kebun sawit seluas 5 hektar mencapai 5 Ton sekali panen. Dalam sebulan, kebun sawit 2 kali panen bisa mencapai 10 Ton. Kalau harga normal seperti sebelumnya secara ekonomi hasilnya mampu membiayai kebutuhan hari hari, anak bersekolah dan kebutuhan keluarga lainnya.

Warga lainnya, Kalam R umur 42 Tahun mengeluh terjun bebasnya harga buah sawit Tiga Bulan belakangan. Kalau harga sawit sudah pecah di bawah Rp 1000 per kilogram petani kebun sawit bakal menjerit secara ekonomi bakal morad marid. 

"Gimana kehidupan petani kebun sawit sejahtera kalau harga sawit tak stabil".

Secara umum masyarakat petani rata rata hanya punya seluas 2 sampai 5 hektar kebun sawit. Bisa dibayangkan, hasil kebun sawit seluas 2 hektar normal sebulan rata rata 2 kali panen berkisar 4 ton.

Kalau harganya cuma Rp 900 per kilogram hasilnya tidak seperti diinginkan dan diharapkan para petani. Itu sebabnya, petani kebun sawit berharap harga buah sawit kembali normal biar kehidupan petani kebun secara ekonomi mampu membiayai hidup dan penghidupam keluarganya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :