Jepang Temukan Cara Punya Anak Tanpa Hamil dan Sperma Pria

Jepang Temukan Cara Punya Anak Tanpa Hamil dan Sperma Pria

TOKYO (katakabar) - Sekelompok peneliti dari Jepang telah membuat terobosan besar di bidang sains dengan menciptakan prekursor untuk sel telur manusia alias sperma buatan dari sel darah wanita. Artinya wanita bisa melahirkan tanpa sperma pria

Ini adalah sesuatu yang menempatkan dunia ilmu pengetahuan dalam keterkejutan karena memiliki potensi untuk mengubah cara kita melihat reproduksi buatan selamanya.


Eli Adashi, profesor ilmu kedokteran di Brown University yang menulis makalah itu mengatakan, Para peneliti dari Jepang percobaan sel punca selama ini belum pernah menggunakan sel manusia, tapi terhadap tikus. Dari hasil penelitian itu, kloning manusia dengan sel punca bisa dilakukan.

Menurut dia, kloning bermanfaat bagi manusia. "Bayangkan seorang anak perempuan terkena kanker dan harus menjalani kemoterapi dan radiasi, lalu sembuh. Saat dewasa dan ingin memiliki anak, dia tidak bisa memiliki keturunan karena mandul akibat terapi kanker yang dijalani ketika kanak-kanak," kata Eli Adashi Interestingengineering, Senin (24/9/2018).

.
Menurut Eli, donor sel telur bukan hal mudah. Sebab, menghasilkan dan mengambil sel telur dari seorang perempuan tidak segampang mengambil sperman dari kaum pria. Dengan teknologi IVG, tandas Eli, tidak perlu proses rumit dan mahal untuk mengambil sel telur donor dari orang ketiga.


Cukup dengan usapan bagian dalam pipi, lalu dibudidayakan di laboratorium hingga mendapatkan jumlah sel telur yang diperlukan. Teknologi ini juga bermanfaat membantu kaum pria dengan gangguan kesuburan genetik. Proses edit gen pada sperma mereka sehingga bisa menjadi subur. IVG memungkinkan para dokter untuk menciptakan pasokan yang bisa dibilang tidak terbatas.

“Teknologi IVG memungkinkan pasangan melakukan in vitro fertilisation atau IVF secara lebih murah. Pasangan tidak harus melakukan proses ekstraksi rumit. Mereka hanya perlu usapan singkat pada pipi bagian dalam,” ujar dia.

Terobosan baru dalam Vitro Gametogenesis adalah berkat kerja keras oleh Mitinori Saitou, yang merupakan peneliti di Kyoto University, Jepang. Dia dan timnya hanya memiliki satu tujuan dalam pikiran - untuk memprogram sel-sel darah untuk menjadi sel-sel induk yang dapat berkembang menjadi sel-sel reproduksi yang terlihat selama tahap awal kehamilan.

Kerja keras terbayar karena sel-sel mampu mengubah diri menjadi sel reproduksi "Primordial" yang merupakan bagian dari perkembangan telur awal pada manusia. Para peneliti mampu menjaga sel-sel hidup selama empat bulan dengan menginkubasi mereka dengan sel-sel ovarium tikus.

Pada periode waktu itu, sel-sel berkembang menjadi oogonia, keadaan sel yang merupakan pendahulu dari telur manusia yang matang.

Para ilmuwan di seluruh dunia sekarang berpendapat bahwa hanya masalah waktu di mana kita akan dapat membuat telur matang.

"Jika kita dapat membuat sel telur dan sperma manusia dari sel-sel kulit itu membuka sejumlah besar kemungkinan untuk mengubah cara manusia bereproduksi," kata Hank Greely, seorang ahli bioetika di Stanford kepada NPR.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :