Real Madrid Kini Mencari Korban Pengobat Luka

Real Madrid Kini Mencari Korban Pengobat Luka

MADRID (katakabar) - Kualitas Julen Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid kini menjadi sorotan. Hanya ada satu cara untuk bisa meredam semua ini, yakni menghindari Los Blancos dari rasa malu lebih parah. Lopetegui mendapat kritikan tajam setelah Madrid melewati tiga pertandingan resmi tanpa kemenangan.

Sebenarnya ini bukan pertama terjadi. Isco dkk juga pernah terpeleset dalam tiga laga beruntun di seluruh event pada Mei lalu. Namun, apa yang terjadi saat ini dianggap jauh lebih buruk. Karena, di samping terus gagal meraih hasil positif, Madrid juga tidak mampu mencetak gol.

 

Mereka sempat dikalahkan Sevilla (0-3) dan ditahan Atletico Madrid (0-0) di Primera Liga. Setelah itu, Madrid dikalahkan CSKA Moscow 0-1 saat laga kedua penyisihan Grup G Liga Champions. Alhasil, ini menjadi masa paceklik terparah yang dialami Los Galacticos dalam 11 tahun terakhir.

Walau terus terjegal, Madrid masih sejajar dengan Barcelona yang menguasai klasemen sementara Primera Liga. Keduanya sama-sama mengoleksi 14 angka. Tapi, bukan berarti Madrid bisa bersantai mengingat hanya unggul satu angka dari Sevilla.

 

Di samping itu, ada kemungkinan Madrid nanti bakal tertinggal dari musuh bebuyutannya. Karena, Barcelona yang juga sempat melewati tiga partai Primera Liga tanpa kemenangan bisa bangkit dengan melibas Tottenham Hotspur 4-2 di Liga Champions.

Itu membuat Barcelona diyakini akan meraih angka penuh lagi di kompetisi domestik saat menyambangi Valencia, Minggu (8/10). Ini beban yang dipikul Lopetegui saat nanti menemani Madrid bertamu ke Deportivo Alaves di Estadio de Mendizorroza, nanti malam.

Lopetegui mendapat tugas sangat berat pada laga tandang nanti. Pelatih asal Spanyol itu harus mencari taktik agar Madrid bisa kembali mencetak gol dan meraih kemenangan. Karena, jika terjegal lagi, bukan tidak mungkin dia bakal dipecat.

Terlebih Lopetegui juga dianggap telah mencatat awal terburuk dari Pelatih Madrid lainnya sejak era John Toshack pada 1999/2000. “Saya percaya, kami akan kembali ke jalur kemenangan.

Kami coba meraihnya pada duel berikut kontra Alaves,” kata Lopetegui, dilansir Marca . Cara yang bisa mengeluarkan Lopetegui dari situasi rumit ini adalah menyusun ulang pemain yang layak masuk tim inti. Pasalnya, ada sejumlah pilar yang dianggap jadi benalu alias tidak tampil maksimal.

Menurut penelitian Marca mengenai tiga pemain terburuk menurut versi ribuan fans Madrid, diketahui kalau Marcelo, Lukas Vazquez, dan Karim Benzema dinilai menjadi penyebab keterpurukan Madrid. Sebanyak 84% responden menyebut Marcelo tidak layak lagi jadi starter.

Benzema juga mendapat suara yang tidak kalah. Penyerang asal Prancis itu tidak di sukai 86% pemilih. Sementara Vasquez di kisaran 71%. Hasil jajak pendapat ini seakan menjadi saran kepada Lopetegui agar mencadangkan Marcelo, Vazquez, dan Benzema.

Masalah lainnya adalah memilih lini depan dengan penyelesaian akhir yang bagus. Pasalnya, saat bentrok CSKA Moscow, Madrid bisa melakukan 26 upaya di mana dua di antaranya membentur mistar gawang.

Untuk mengatasi masalah ini, Lopetegui bisa memercayakan Gareth Bale yang kabarnya sudah bisa bertanding lagi setelah dihantam cedera. Sebelumnya, penyerang berjuluk Pangeran Wales itu hanya tampil setengah babak saat derby Madrid dan absen melawan CSKA.

Bale dapat diandalkan lantaran sudah menyumbang tiga gol dan dua assist dari enam partai Primera Liga musim ini. Dan, jika Benzema bakal dicadangkan, Mariano Diaz bisa dipilih sebagai pengganti.

Diaz memang belum memberi kontribusi ketika dua kali diturunkan di Primera Liga sebagai cadangan. Tapi, penyerang berusia 25 tahun asal Brasil itu bisa mencetak satu gol saat Madrid melibas AS Roma 3-0 di Liga Champions. Mungkin yang akan sulit diatasi adalah membenahi lini belakang.

Kebobolan empat gol dari tiga laga menunjukkan bahwa Madrid perlu bek yang mumpuni. Sialnya, Dani Carvajal masih cedera dan Raphael Varane belum pulih dari masalah kebugaran. Lopetegui juga masih harus mengatasi efek absennya Isco karena operasi usus buntu.

Maklum, akibat tidak adanya playmaker asal Spanyol itu, Madrid menjadi kesulitan menciptakan peluang. Keberadaan Luka Modric dan Toni Kroos diharapkan bisa menutupi kelemahan ini.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :