Pria Ini Bunuh 20 Wanita lalu Bercinta dengan Mayat Mereka

Pria Ini Bunuh 20 Wanita lalu Bercinta dengan Mayat Mereka

MEXICO CITY (katakabar) - Seorang pria di Meksiko mengaku telah membunuh 20 wanita kemudian melakukan hubungan intim dengan mayat-mayat mereka. Sadisnya lagi, jasad para korban dimutilasi dan dijadikan makanan untuk hewan peliharaan.

Pria sadis itu bernama Juan Carlos. Dalam aksinya, dia dibantu sang istri, Patricia, yang memikat para korban untuk datang rumah mereka. Media lokal menjuluki rumah mereka sebagai House of Horrors.

Pasangan itu telah ditangkap dan dihadirkan dalam sidang permulaan di pengadilan pada hari Minggu.

Menurut jaksa pengadilan,  Carlos sudah mengaku menggorok leher para korbannya sebelum berhubungan badan dengan mayat mereka. Setelah melampiaskan hasratnya, jasad para korban dimutilasi untuk dijadikan makanan hewan peliharaan dan pupuk tanaman.

Sedangkan Patricia mengaku kepada polisi bahwa tugasnya mengelabui para korban agar datang ke rumah dengan cara diiming-imingi pakaian murah untuk dijual.

Polisi menduga pasangan itu berada di balik setidaknya 10 pembunuhan dan diduga mencegat para korban di luar rumah mereka di Ecatepec.

Sebagian dari sisa-sisa jasad korban ditemukan di dalam tong plastik besar yang ditutupi beton. Sisa jasad lainnya disembunyikan di dalam freezer di rumah mereka dan properti lain di sekitarnya.

Carlos, dalam sidang pengadilan, mengaku telah membunuh 20 wanita.

Hakim Eduardo Jimenez telah memerintahkan pasangan itu mendekam di penjara sambil menunggu pemeriksaan selanjutnya. Penahanan mereka dinilai perlu karena membahayakan masyarakat.

Psikiater yang dihadirkan di pengadilan mengatakan bahwa Carlos terbukti menderita gangguan kejiwaan dan dapat dianggap sebagai psikopat. Sedangkan istrinya  dilahirkan dengan penyakit mental. Namun, pasangan itu bersikeras bahwa mereka mampu membedakan antara benar dan salah.

Ahli forensik masih mencoba untuk menetapkan berapa banyak korban pembunuhan yang ditemukan selama pencarian polisi.

Investigasi yang mengarah pada penangkapan pasangan itu diluncurkan pada Kamis lalu. Investigasi dipicu oleh hilangnya tiga wanita di Ecatepec pada bulan April, Juli dan September.

"Kami mampu menetapkan bahwa ketiga wanita yang hilang terkait dengan pasangan ini dan itu membawa kami ke sebuah properti di lingkungan yang disebut Jardines de Morelos di kota Ecatepec di mana beberapa dari sisa-sisa jasad manusia ditemukan," kata Dinas Kejaksaan Negara Meksiko melalui seorang juru bicara, seperti dikutip Daily Mirror, Selasa (9/10/2018).

Carlos mengaku mulai melakukan pembunuhan pada tahun 2012. Dalam aksinya, dia menggunakan pisau untuk membunuh dan memutilasi para korban.

Dia menyalahkan kejahatannya karena kebencian terhadap wanita. Kebencian itu muncul dari masa kecilnya ketika ibunya mendandani dirinya sebagai seorang gadis dan membuat dirinya melihat sang ibu berhubungan badan dengan pria yang berbeda-beda.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :