Diduga Korupsi Dana Prona

Oknum BPN Inhil Ditahan

Yuswanto
Oknum BPN Inhil Ditahan

Oknum BPN Inhil yang menjadi tersangka kasus dugaan pungli dana Prona, SMA (pakai rompi pink) saat digiring penyidik Kejari Inhu ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Kelas II B Rengat, Rabu (10/10/2018). (Foto/yus)

Rengat (katakabar) - Mantan Kasi BPN Inhu berinisial SMA (57), disebut sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), akhirnya dijebloskan ke sel tahanan, Rabu (10/10/2018) petang tadi.

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu mengatakan, tersangka SMA yang saat ini menjabat Kasi Pengadaan Tanah di BPN Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dititip tahan selama 20 hari kedepan di rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Rengat di Pematangreba.

Kasus yang menjerat SMA ini terjadi tahun 2016 silam. Yang mana, tersangka yang saat itu menjabat sebagai Kasi Pemberdayaan di BPN Inhu, diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) dari kegiatan sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona).

“Kerugian dan atau hasil pungli dari sertifikat Prona itu sekitar 500 juta rupiah,” kata Kajari Inhu Supardi SH melalui Kasi Pidsus Ostar Al Pansri SH MH, Rabu (10/10/2018).

Menurut dia, tersangka SMA dieksekusi pakai rompi warna pink, usai penyidik Kejari Inhu meyakini cukup bukti-bukti dan keterangan saksi dari tersangka SMA.

Jumlah sertifikat Prona yang dipungli SMA terdiri dari 1000 persil yang tersebar di daerah bekas transmigrasi, yakni Desa Kerubung Jaya, Desa Bukit Lingkar, Desa Bukit Lipai, Desa, Talang Bersemi, Desa Talang Mulia dan Desa Pematang Manggis, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Atas perbuatannya, inisial SMA dijerat Pasal 12 huruf E, jo Pasal 11 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana korupsi.

“Ancamannya empat tahun penjara," sebut Ostar.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :