P2TP2A Mandau, Pendidikan Seks Untuk Deteksi Dini Pada Anak Usia Dini

Sahdan
P2TP2A Mandau, Pendidikan Seks Untuk Deteksi Dini Pada Anak Usia Dini

Mandau (katakabar) - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Duri meliputi, Kecamatan Mandau, Pinggir, Bathin Solapan dan Tualang Muandau, Kabupaten Bengkalis gelar sosialisasi pendidikan seks terhadap anak usia dini kemarin.

Bertempat di TK Nurul Zaman di Jalan Sultan Syarif Kasim ujung, Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan. Sosialisasi yang di taja P2TP2A Duri sasarannya orang tua wali murid dan majelis guru TK Nurul Zaman.

"Peserta yang hadir dalam sosialisasi, orang tua dan guru antusias dan punya animo tinggi mendengarkan paparan dari nara sumber dari Psikolog, Veni Wulandari dan Satgas P2TP2A Duri", kata Ketua Satgas P2TP2A Duri, R Amran D kepada katakabar.com pagi tadi.

Sosialisasi pendidikan seks terhadap anak usia dini sangat penting guna mencegah dan mendeteksi dini hal hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak yang berkaitan dengan masalah seks.

Kata R Amran D, Antisipasi dan pencegahan bisa dilakukan dengan cara antara orang tua dan guru selalu membangun komunikasi seperti, memastikan anak antar jemput dari dan ke sekolah.

"Perlu kontak person antara orang tua dan guru biar terjalin komunikasi yang baik dan saling memastikan kalau ada perubahan yang menjemput harus ditanya guna  mencegah hal hal tak diinginkan tersebut.

Selain fokus pada pendididikan seks, Satgas P2TP2A mensosialisasikan undang undang perlindungan anak terhadap orang tua dan guru.

"Apresiasi kepada pihak yayasan yang telah membuat kegiatan peduli terhadap pendidikan seks pada anak usia dini. Sekolah merupakan rumah ke dua bagi anak anak makanya kegiatan mesti terus digiatkan di sekolah".

Psikolog, Veni Wulandari Psi, Satgas P2TP2A Mandau memberikan sosialisasi pendidikan seks pada anak usia dini bertujuan agar orang tua dan guru biar tahu bagian bagian tubuh mana saja yang boleh disentuh dan bagian mana yang tidak boleh di sentuh.

Untuj itu, diharapkan anak anak dapat mengenal dan menjaga tubuh  nya sebagai hal yang berharga sejak usia dini.

Lewat kegiatan ini, para orang tua dapat mensosialisasikan kepada lingkungan sekitar pentingnya deteksi dini terhadap anak.

"Kalau ada persoalan tidak mesti langsung lapor kepada polisi atau pihak berwajib karena sekolah punya otoritas untuk menyelesaikan masalah", sebutnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :