Besok, Saudi dan 4 Sekutu Arabnya Latihan Perang Bersama

Besok, Saudi dan 4 Sekutu Arabnya Latihan Perang Bersama

KAIRO (katakabar) - Angkatan darat, udara dan laut dari Arab Saudi dan empat sekutu Arab-nya akan menggelar latihan perang bersama di Mesir mulai hari Sabtu (3/11/2018) besok. Manuver militer gabungan ini diberi nama Arab Shield/Perisai Arab.

Empat sekutu Riyadh yang akan bergabung dalam latihan perang tersebut adalah Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania dan Mesir. 

Militer Kairo mengisyaratkan bahwa manuver gabungan lima negara Arab ini sebagai tanda pertama terbentuknya aliansi militer yang dikenal dengan sebutan "NATO Arab" yang diusulkan Amerika Serikat.

Dalam sebuah pernyataan, militer Mesir mengatakan latihan perang Arab Shield akan berlangsung hingga 16 November di Mesir barat. Lebanon dan Maroko juga ambil bagian, namun hanya menjadi pemantau.

Pengumuman itu muncul kurang sebulan setelah Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo bertemu dengan menteri luar negeri dari enam negara yang berpartisi dalam latihan perang tersebut di New York. Pertemuan waktu itu juga dihadiri perwakilan dari Oman dan Qatar untuk memajukan gagasan untuk menciptakan persatuan aliansi Sunni Timur Tengah-Amerika melawan Syiah dan Iran.

Namun, pernyataan militer Mesir tidak menyinggung isu sektarian seperti yang dibahas di New York.

Mesir sangat tergantung pada bantuan keuangan dan investasi dari perusahaan raksasa Teluk seperti dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dan yang pada akhirnya memengaruhi keputusannya apakah akan bergabung dengan aliansi yang diusulkan tersebut atau tidak.

Analis Mesir terkemuka, Abdullah el-Sinnawy, pada hari Kamis (1/11/2018) memperingatkan terbentuknya aliansi yang dikenal sebagai NATO Arab sebagai bagian dari proses yang berkelanjutan untuk menggantikan Israel dengan Iran sebagai musuh utama Arab.

Dia menekankan bahwa perbedaan antara Arab dan Iran dapat diselesaikan secara politik.

"Israel bukan teman dan ini adalah fakta, meskipun semua upaya untuk mengabaikannya," tulis el-Sinnawy di surat kabar al-Shorouk, yang dilansir Fox News, Jumat (2/11/2018). 

"Hal yang paling berbahaya di sini adalah menciptakan NATO Arab yang mencakup negara-negara yang terikat oleh hubungan diplomatik dengan Israel seperti Mesir dan Yordania dan negara-negara kawasan Teluk seperti Arab Saudi," ujarnya.

Usulan aliansi NATO Arab oleh AS pernah disepakati pada pertemuan puncak Arab 2015 yang diadakan di Mesir. Aliansi itu diusulkan bermarkas di Arab Saudi. Tetapi sebuah pertemuan para kepala staf militer yang akan membereskan detail-detail dari kekuatan aliansi itu dibatalkan pada menit-menit terakhir dan tidak pernah dijadwalkan kembali pertemuannya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :