Tetap Mulia Bergelar Janda

Sahdan
Tetap Mulia Bergelar Janda

Katakabar - Melongok Perjalanan Hidup Sayyidul Wujud, Rasulullah. Kita melihat bahwa beliau banyak menikahi wanita janda. 

Syahdan di zaman Jahiliyah, orang arab sangat anti menikahi janda dan lebih suka menikah dan bersenang -senang dengan perawan.

Wanita Sangat dihinakan dan tidak memiliki kedudukan sama sekali. Tentu pernah membaca dan masih ingat cerita Sahabat Besar Rasulullah yang anti dengan anak wanita sampai menguburnya hidup-hidup di dalam tanah.

Hal itu menandakan di era Jahiliyyah sangat anti dan aib memiliki anak wanita di rumah mereka sebagai bukti wanita kuranh dihargai.

Begitu Rasulullah datang membawa Islam dan memuliakan para wanita janda dengan menikahi mereka karena Allah. 

Lalu, bagaimana dengan para wanita janda? Islam datang memuliakan kaum hawa, khususnya para janda yang dipraktekkan langsung oleh Datuknya, Para Habib dan Sayyid Rasulullah dan Imam Ali Ibni Abi Thalib AS dengan menikahi para janda yang suaminya mati syahid di medan perang.

Imam Ali Ibni Abi Thalib AS berkata, “menzhalimi anak-anak yatim dan para janda menyebabkan turunnya bencana dan musibah serta menghilangkan kenikmatan Ilahi dari pelakunya". Bihar Anwar Juz.44 hal.99

Rasulullah bersabda, “membantu faqir miskin dan para janda seperti berjihad di jalan Allah". Nabi Luqman Al-Hakim mewasiatkan kepada putranya untuk berlaku Lembut terhadap janda dan penuh kasih sayang kepada anak-anak yatim.

Lukman Hakim berkata kepada putranya, “wahai putraku! Jadilah ayah penyayang bagi anak-anak yatim dan suami yang lemah lembut terhadap janda". Ikhtisas hal.377

Untuk itu, janda bukan alat pemuas syahwat dan boneka yang bisa dimainkan sesaat, melainkan mereka seperti anak-anak yatim yang melukai mereka mendapatkan laknat dan murka Allah serta membantu dan menafkahi mereka mendapatkan rahmat dan ampunan Ilahi.

Hal tersebut dicontohkan langsung oleh Rasulullah dan Imam Ali Ibni Abi Thalib AS.

Jika orang masih menjadikan janda barang mainan dan alat pemuas syahwat sesaat, maka dirinya telah kembali ke era jahiliyyah sebelum Islam, bahkan dengan segala kemajuan di era millennium saat ini, menjadikan lebih buruk dari zaman jahiliyyah.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :